SERANG, – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDIP Kabupaten Serang terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) yang digelar serentak secara nasional, termasuk di Kabupaten Serang.
Pelaksanaan Musran dan Musanran tingkat Kabupaten Serang yang menjadi rangkaian terakhir digelar di Gedung PGRI Anyer, Minggu (28/6/2026). Kegiatan itu diikuti kader dan pengurus dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Anyer, Kecamatan Mancak, dan Kecamatan Cinangka.
Melalui kegiatan tersebut, partai menargetkan penguatan struktur organisasi hingga melibatkan sekitar 4.000 kader di tingkat akar rumput. Konsolidasi ini dipersiapkan sebagai modal untuk memenangkan kontestasi legislatif dan eksekutif pada Pemilu 2029.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Serang, Gus Azmi, mengatakan penguatan struktur partai merupakan langkah strategis untuk meningkatkan peran PDIP dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan upaya kita untuk mendongkrak Partai PDI Perjuangan di Kabupaten Serang. Hal ini dilakukan supaya melalui struktur akar rumput, apa pun aspirasi masyarakat bisa kita sampaikan," ujar Gus Azmi.
Menurut dia, kekuatan partai bergantung pada soliditas kader di tingkat bawah. Karena itu, seluruh pengurus dan kader diharapkan tetap kompak dalam menjalankan roda organisasi demi meningkatkan perolehan kursi legislatif di Kabupaten Serang.
"Kita harus bisa membangun sinergi dengan masyarakat agar berbagai permasalahan di Kabupaten Serang dapat kita perjuangkan dan sampaikan kepada pihak eksekutif maupun legislatif," katanya.
Gus Azmi menambahkan, PDIP Kabupaten Serang memasang target besar pada Pemilu 2029, yakni memenangkan pemilihan kepala daerah dengan mengusung kader sebagai bupati serta meraih sedikitnya 10 kursi di DPRD Kabupaten Serang.
"Karena itu, hari ini kita mempersiapkan kekuatan akar rumput secara besar-besaran di seluruh kecamatan. Para kader harus loyal, dekat dengan masyarakat, karena PDI Perjuangan bukan milik individu, melainkan milik masyarakat bersama," pungkasnya.
Kegiatan Musran dan Musanran tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus mempererat hubungan antara kader dengan masyarakat sebagai fondasi menghadapi agenda politik pada 2029.

