CILEGON – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Cilegon menegaskan komitmennya untuk bergerak lebih agresif pada periode kepengurusan 2025–2030. Hal tersebut disampaikan dalam agenda konsolidasi yang digelar di The Royal Krakatau, Kamis (30/04/2026).
Ketua MD KAHMI Cilegon, Masduki, menegaskan bahwa langkah organisasi tidak akan berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ke depan, KAHMI akan melakukan roadshow ke berbagai kampus guna memperkuat kaderisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
“Kegiatan kita tidak selesai sampai di sini. Kami akan roadshow ke beberapa kampus agar HMI di cabang-cabang dan komisariat tumbuh kuat. Ini tanggung jawab kami untuk bersama adik-adik kader,” ujarnya.
Masduki juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan di Kota Cilegon yang dinilai belum selaras dengan tingginya arus investasi. Menurutnya, fenomena tingginya pengangguran di tengah masuknya investasi besar perlu dikaji secara serius dari sisi kebijakan dan regulasi.
“Investasi masuk besar, tapi pengangguran juga luar biasa. Di sini yang salah kebijakannya apa? Regulasi seperti apa? Ini harus dibahas serius,” tegasnya.
Ia menilai, pertemuan antara pemerintah dan pihak HRD selama ini masih bersifat seremonial dan belum menghasilkan solusi konkret. Bahkan, akses magang bagi mahasiswa sesuai bidang studi dinilai masih sangat terbatas.
“Hari ini pemerintah sudah sering bertemu HRD, tapi kita lihat sebatas seremonial. Output-nya belum ketemu. Untuk magang sesuai jurusan saja susah,” katanya.
Selain itu, KAHMI juga mendorong adanya kolaborasi antara industri dengan pelaku UMKM lokal agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut Masduki, peran BUMN dan BUMD sangat penting dalam mendukung lahirnya UMKM yang kuat dan berdaya saing.
“Harus muncul UMKM-UMKM yang didukung BUMN maupun BUMD. Ini yang harus kita jabarkan ke depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Masduki juga menyinggung dugaan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang belum tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa KAHMI akan menjalankan fungsi kontrol sosial secara etis namun tetap tegas terhadap kebijakan pemerintah.
“KAHMI menyampaikan kritik itu dengan ilmu. Kalau dengan ilmu tidak didengar, dengan contoh baik tidak didengar, kita berdiskusi keras. Kalau tetap tidak didengar, baru kita turun ke lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gerakan KAHMI ke depan akan berfokus pada konsolidasi internal organisasi, penguatan kader, pengawalan kebijakan publik, serta keberpihakan terhadap masyarakat.
Dengan nada penuh semangat, Masduki memastikan bahwa KAHMI tidak akan tinggal diam melihat persoalan pengangguran dan ketimpangan ekonomi di Kota Cilegon.

