Cilegon,-Kejadian meledak nya pabrik kimia dikota cilegon Banten semakin mengkhawatirkan keselamatan warga khsusu nya yang berada dikawasan industri, kali ini perusahaan atau pabrik kimia yang berada di wilayah merak kembali menjadi perhatian serius setelah beberapa pekan yang lalu salah satu industri kimia di wilayah tersebut juga mengalami hal yang sama.
Mitigasi Dini perusahaan kimia yang berada dikota cilegon harus segera dilakukan oleh semua perusahaan Kimia.
Diduga perusahaan kimia yang berada di daerah dekat masyarakat terdampak.belum melakukan edukasi Kebakaran atau meledaknya System Pabrik eror (Deteksi Dini dan Respons Otomatis).
Bung Ayat (Pembina Yayasan H.Suhah Fastabiqull Khairat dan Pengurus Badan Otonom Hipmi Banten juga pengurus Kadin) menjelaskan beberapa tahun yang lalu Jejak digital,foto dan video masih tersimpan pada hari Rabo,23/02/2022
Belum Pernah pihak MCCI untuk meminta maaf secara RESMI mengundang para tokoh Lingkungan,4 tahun silam masih menyisakan Luka dan Trauma bagi kami masyarakat Lingkungan.
" Sekarang Terjadi kembali Ledakan dan Asap Mengepul membungbung keatas terdengar dari Pabrik Kimia PT.MCCI,'' ucap nya
lanjut bung ayat kepada media ,Senin,25 Mei 2026 Saya Sedang Berada Dirumah,Mendengar sangat Keras Ledakan tersebut dan setelah kita investigasi ternyata MELEDAK nya Pabrik Kimia PT.MCCI.
" saya dan beberapa masyarakat dan Team Office Kantor saya segera mengambil kaos bersih dan langsung membasahi dengan air bersih.penanganan dini terhadap dampak ledakan pabrik kimia," ujar nya
Kami akan TEGAS menyurati Kementerian Lingkungan Hidup,Kementerian Perindustrian,kementerian Investasi / BKPM dan akan kami tembuskan ke sekretariat Negara RI dan kami akan menggugat PT.MCCI yang diduga merugikan dan ada korban jiwa Sesak nafas,iritasi mata,sakit dada dsb.
" Keselamatan dan Kesehatan Warga masyarakat lebih utama diatas KEPENTINGAN SEGALA NYA," Tegas nya
Sistem pengaman pabrik kimia terhadap kebakaran atau Ledakan berfokus pada deteksi dini dan respons otomatis untuk mencegah kebakaran, ledakan yang lebih luas, dan paparan beracun kimia yang terbawa angin.
" Sedangkan sekarang ini untuk kecepatan angin sangat kencang,khawatir akan memicu korban yang lebih luas akan dugaan terjadinya paparan Kimia PT.MCCI ," tutur nya
Komponen utamanya mencakup Fixed Gas Detector (seperti tipe katalitik, inframerah, dan elektrokimia) yang memantau area berisiko tinggi secara terus-menerus, terintegrasi dengan alarm, sistem ventilasi, dan shutdown otomatis.
Berikut adalah komponen kunci sistem pengaman kebocoran gas di pabrik kimia: Detektor Gas Tetap (Fixed Gas Detectors): Dipasang di area produksi, tangki penyimpanan, dan laboratorium untuk memantau kadar gas beracun (seperti (H2S),(Cl2) atau mudah terbakar secara real-time.Jenis Sensor:Catalytic Bead: Deteksi gas mudah terbakar (metana, propana).Infrared (IR): Deteksi hidrokarbon di area korosif/oksigen rendah.Electrochemical: Deteksi gas beracun (CO,H2S,klorin).
Ultrasonic: Mendeteksi suara kebocoran gas bertekanan tinggi.Sistem Peringatan Dini & Otomatisasi: Saat konsentrasi gas mencapai level berbahaya, sistem akan mengaktifkan alarm, menyalakan ventilasi, dan menghentikan operasional mesin (shutdown).Pemeliharaan: Kalibrasi dan pemeliharaan rutin diperlukan untuk memastikan keakuratan sensor.
" Penerapan sistem ini sangat penting untuk keselamatan pekerja,masyarakat sekitar yang terdampak,masyarakat yang melintas,kepatuhan regulasi industri dsb.
Kami selalu mendukung investasi yang masuk kedaerah kami.tapi yang bagaimana?? ,''tambah nya
Yang sehat dan memprioritaskan keselamatan kesehatan masyarakat sekitar
" Mitigasi Dini dan dampak dampak hubungan dengan masyarakat sekitar saja tidak dibangun,''Imbuh nya
Kami berharap dan meminta kepada perusahaan Beberapa masyarakat pun kena dampak dari sesaknya pernafasan,mata perih,dada sakit.dugaan kita dari dampaknya ledakan ini.Stop semua Aktifitas di PT.MCCI," pungkas nya
Hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi sesuai kaidah jurnalistik.

