
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan di tingkat desa, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 39 Desa Petir melaksanakan kegiatan pemanenan terong lalapan sebagai hasil dari program budidaya tanaman hortikultura yang telah dijalankan selama masa pengabdian. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja bidang ketahanan pangan yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif sekaligus mendorong masyarakat untuk membudidayakan tanaman pangan yang bernilai gizi dan memiliki nilai ekonomi.
Pemanenan terong lalapan merupakan
hasil dari proses penanaman, perawatan, dan pendampingan yang dilakukan secara
bertahap oleh mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa bersama masyarakat. Selama
proses budidaya, mahasiswa tidak hanya terlibat dalam penanaman bibit, tetapi
juga melakukan penyiraman, pemupukan, pembersihan gulma, serta pemantauan
pertumbuhan tanaman hingga siap dipanen. Pendekatan tersebut dilakukan sebagai
bentuk edukasi bahwa keberhasilan sektor pertanian memerlukan ketekunan,
perawatan yang berkelanjutan, dan kerja sama antara berbagai pihak.
Kegiatan panen berlangsung dengan
penuh semangat dan melibatkan masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dalam
mewujudkan ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Terong lalapan yang
berhasil dipanen memiliki kualitas yang baik dan siap dimanfaatkan sebagai bahan
pangan untuk konsumsi sehari-hari. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga,
hasil panen juga menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal
mampu memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus
mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar desa.
Melalui program ini, Mahasiswa KKM
Universitas Bina Bangsa Kelompok 39 Desa Petir berharap masyarakat semakin
termotivasi untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah sebagai area
budidaya tanaman pangan yang produktif. Budidaya terong lalapan menjadi salah
satu contoh bahwa komoditas hortikultura dapat ditanam dengan relatif mudah,
memiliki masa panen yang cukup singkat, serta memberikan manfaat bagi pemenuhan
kebutuhan gizi keluarga. Selain itu, apabila dikelola secara berkelanjutan,
hasil panen juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Program pemanenan terong lalapan
ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya
dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi antara mahasiswa KKM
Universitas Bina Bangsa, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan program
ketahanan pangan tidak berhenti pada kegiatan panen semata, tetapi dapat terus
dikembangkan menjadi kebiasaan masyarakat dalam mengelola lahan secara
produktif. Dengan demikian, upaya mewujudkan desa yang mandiri pangan, berdaya,
dan berkelanjutan dapat tercapai melalui langkah-langkah sederhana yang
memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

