Kenali Waktu Penguraian Sampah, KKM 33 Hadirkan Papan Edukasi di Kantor Desa Singarajan - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Kenali Waktu Penguraian Sampah, KKM 33 Hadirkan Papan Edukasi di Kantor Desa Singarajan

Monday, 24 August 2026
SERANG — Kesadaran mengenai pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 33 Universitas Bina Bangsa di Desa Singarajan. Melalui program pembuatan papan edukasi mengenai waktu penguraian sampah, mahasiswa menghadirkan media informasi sederhana yang dapat membantu masyarakat mengenali jenis sampah dan memahami lamanya proses penguraian berdasarkan klasifikasi yang ditampilkan.

Papan edukasi tersebut secara resmi dipasang di area sekitar Kantor Desa Singarajan pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu area strategis yang menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat dan pemerintahan desa sehingga informasi yang ditampilkan diharapkan dapat lebih mudah dilihat oleh warga.

Pembuatan papan edukasi merupakan bagian dari program Bidang Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan, dan Kesehatan Masyarakat. Kegiatan telah dimulai sejak Rabu, 19 Agustus 2026 melalui proses perizinan dan persiapan sebelum pemasangan dilakukan.

Sebelum menentukan lokasi pemasangan, mahasiswa KKM 33 terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak Desa Singarajan. Koordinasi dilakukan untuk menyampaikan tujuan pembuatan papan sekaligus memperoleh izin terkait penempatan media edukasi tersebut. Setelah melalui proses tersebut, area sekitar Kantor Desa Singarajan ditetapkan sebagai lokasi pemasangan.

Setelah lokasi ditentukan, mahasiswa melakukan pengukuran dan menyiapkan materi yang akan ditampilkan. Konsep papan dibuat dengan pendekatan visual agar informasi mengenai waktu penguraian sampah dapat lebih mudah dipahami, termasuk oleh anak-anak dan remaja.

Pada bagian paling atas papan terdapat pertanyaan utama, **“Berapa Lama Sampah Itu Terurai?”**. Bagian berikutnya menampilkan sejumlah contoh sampah dengan keterangan waktu penguraian yang menjadi materi edukasi.

Salah satu bagian menampilkan wadah makanan berbahan *styrofoam* dengan keterangan **“tidak terurai”**. Bagian lainnya menampilkan botol minuman dengan keterangan **“terurai 500 tahun”**, kaleng dengan keterangan **“terurai 200 tahun”**, serta kemasan minuman kotak dengan keterangan **“20 tahun”**. Pada bagian terakhir dicantumkan profil KKM 33 sebagai identitas pembuat media edukasi.

Penyusunan visual tersebut ditujukan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi melalui tulisan, tetapi juga dapat mengenali contoh sampah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menampilkan benda atau bentuk sampah secara langsung, papan diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sederhana yang lebih mudah dipahami.

Sasaran utama papan edukasi ini adalah masyarakat Desa Singarajan, dengan perhatian khusus kepada anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Keberadaan media tersebut di ruang publik diharapkan dapat membuka kesempatan bagi berbagai kelompok usia untuk memperoleh informasi mengenai sampah ketika berada di lingkungan Kantor Desa.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong kebiasaan membuang dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Pengetahuan mengenai karakteristik dan proses penguraian sampah diharapkan dapat menjadi salah satu dasar untuk membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Selain aspek kebersihan, edukasi mengenai sampah berkaitan dengan upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi persoalan bagi kebersihan lingkungan, sehingga peningkatan pengetahuan masyarakat menjadi salah satu langkah awal dalam mendorong perilaku hidup bersih dan sehat.

Dalam proses pembuatannya, mahasiswa menyusun bentuk akhir papan dengan mempertimbangkan penyampaian informasi secara sederhana dan mudah dipahami. Materi yang ditampilkan kemudian diwujudkan dalam bentuk papan edukasi yang dapat ditempatkan di ruang publik dan dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran secara berkelanjutan.

Kehadiran papan edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai media informasi, tetapi juga dapat menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya memperhatikan sampah yang dihasilkan sehari-hari. Anak-anak dan remaja khususnya diharapkan dapat mengenal persoalan sampah sejak dini sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana.

Bagi mahasiswa KKM 33, pembuatan papan edukasi menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam menghadirkan media pembelajaran lingkungan yang dapat ditinggalkan dan dimanfaatkan masyarakat setelah program KKM selesai. Keberadaan media di area Kantor Desa juga diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan edukasi lingkungan yang dapat dikembangkan oleh masyarakat maupun pemerintah desa.

Ke depan, papan edukasi tersebut diharapkan dapat terus dirawat dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran lingkungan bagi warga Desa Singarajan. Edukasi mengenai sampah juga diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan yang lebih luas, sehingga kebiasaan menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, dan memperhatikan jenis sampah dapat semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.