Menlu Iran: Tak Minta Gencatan Senjata, Tak Ada Alasan Negosiasi dengan AS – Siap Hadapi Invasi Darat - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Menlu Iran: Tak Minta Gencatan Senjata, Tak Ada Alasan Negosiasi dengan AS – Siap Hadapi Invasi Darat

Saturday, 7 March 2026

Warta Global Banten | Teheran, 7 Maret 2026 – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi tegas menyatakan bahwa Teheran tidak meminta gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, serta menolak segala bentuk negosiasi dengan Washington. 

Pernyataan keras ini disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan NBC News yang tayang Kamis (5/3), di tengah ketegangan militer yang memanas."Kami tidak meminta gencatan senjata, dan kami tidak melihat adanya alasan mengapa kami harus bernegosiasi dengan AS karena kami telah bernegosiasi dengan mereka dua kali, dan setiap kali, mereka menyerang kami di tengah proses negosiasi tersebut," tegas Araghchi.

Ancaman Invasi Darat Ditanggapi Dingin
Araghchi tak gentar menghadapi spekulasi invasi darat AS ke Iran. "Kami menunggu mereka karena kami yakin dapat menghadapi mereka, dan hal itu akan menjadi bencana besar bagi mereka," katanya. 

Ia menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah sepenuhnya siap menghadapi konflik berkelanjutan, termasuk skenario invasi apa pun.

Serangan Drone IRGC ke Kapal Induk AS
Sementara itu, Iran mengklaim sukses militer di Teluk Oman. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan menargetkan kapal induk USS Abraham Lincoln dengan drone, sekitar 340 km di luar perairan teritorial Iran. Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan kepada IRIB TV bahwa setelah terkena serangan, kapal induk beserta kapal perusaknya langsung mundur ke posisi lebih dari 1.000 km dari lokasi.

Latar Belakang Eskalasi Konflik
Perkembangan ini menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap Teheran dan beberapa kota Iran sejak Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, beberapa anggota keluarganya, komandan militer papan atas, serta warga sipil. Iran membalas dengan serangkaian serangan rudal dan drone menyasar aset AS dan Israel di kawasan.

Situasi Timur Tengah kini memasuki fase kritis, dengan dunia menanti respons lanjutan dari kedua pihak.