Warga Keberatan Pembongkaran 9 Makam Keluarga di Desa Sukabares untuk Pembangunan Perumahan Pondok Waringin Indah - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Warga Keberatan Pembongkaran 9 Makam Keluarga di Desa Sukabares untuk Pembangunan Perumahan Pondok Waringin Indah

Thursday, 12 March 2026

Serang, – Sedang berlangsung pembongkaran dan pengerukan sejumlah makam keluarga di Kecamatan Waringinkurung Desa Sukabares, Kampung Kubang Poti,
menuai keberatan dari pihak keluarga. Pendi, cucu dari keluarga yang makam leluhurnya berada di lokasi tersebut, menyampaikan protes keras atas rencana pembongkaran yang dinilai tidak manusiawi. Kamis 12/03/2026

Menurut Pendi, terdapat sembilan makam keluarga yang rencananya akan dibongkar dan dikeruk untuk pembangunan perumahan Pondok Waringin Indah. Ia mengaku tidak pernah diberi kejelasan mengenai proses pemindahan makam tersebut, termasuk ke mana jenazah para leluhurnya akan dipindahkan.

“Kami sebagai keluarga sangat keberatan. Memang kami tidak memiliki hak dengan tanah tersebut, tapi cara membongkar makam begitu saja sangat tidak manusiawi. Itu makam manusia, bukan hewan yang bisa seenaknya dikeruk,” ujar Pendi saat menyampaikan keluhannya.

Pendi juga menyebutkan bahwa berdasarkan pengetahuannya, pihak RT maupun tokoh masyarakat setempat sebelumnya tidak mengetahui adanya rencana pembongkaran makam tersebut.

“Setahu saya, tadi sore pihak RT dan tokoh masyarakat juga tidak tahu akan ada pembongkaran makam di wilayah Kecamatan Waringinkurung Desa Sukabares, Kampung Kubang Poti,” katanya.

Sebagai cucu dari keluarga yang makamnya berada di lokasi tersebut, Pendi berharap pihak pengembang maupun pihak terkait dapat memperlakukan proses pemindahan makam secara manusiawi, dengan pemberitahuan yang jelas serta kesepakatan bersama keluarga.

Ia menegaskan bahwa keluarga tidak menerima jika makam tersebut dibongkar begitu saja tanpa prosedur yang layak.

“Kami hanya masyarakat kecil, orang kampung. Harapan kami jangan semena-mena terhadap orang kecil. Itu makam manusia, harus dimanusiakan,” tegasnya.

Pendi juga menyampaikan bahwa pihak keluarga berencana membawa persoalan ini ke perhatian publik dengan mengundang media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) agar masalah tersebut dapat diselesaikan secara adil.

“Kami akan meramaikan persoalan ini dan berencana mendatangkan sekitar 10 media serta beberapa LSM yang ada di Cilegon dan Kabupaten Serang,” pungkasnya.