Tour Leader PT Samira: Menanam Niat Haji Sejak Anak-anak Jadi Investasi Spiritual Jangka Panjang - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Tour Leader PT Samira: Menanam Niat Haji Sejak Anak-anak Jadi Investasi Spiritual Jangka Panjang

Sunday, 26 April 2026


CILEGON,—WartaGlobal.Id - Suasana berbeda terlihat di lingkungan pendidikan keagamaan di Kota Cilegon, Banten. Ratusan siswa MDTA Al Jauharotunnaqiyyah Dalira mengikuti kegiatan latihan manasik haji yang dikemas edukatif, interaktif, dan penuh semangat.


 Kegiatan ini menjadi sorotan karena dinilai mampu menanamkan nilai ibadah sejak usia dini secara konkret dan menyenangkan.
Tour leader sekaligus pembimbing dari PT Samira Travel, H. Ahmad Syukri, S.Ag., M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi dirancang menyerupai pelaksanaan ibadah haji yang sesungguhnya.


“Alhamdulillah dari pagi hingga siang hari kegiatan berjalan lancar. Ini berkat dukungan orang tua, guru, dan antusiasme luar biasa dari para siswa,” ujar Ahmad Syukri saat ditemui di lokasi kegiatan.


Ia memaparkan, sebelum praktik lapangan dimulai, para siswa terlebih dahulu mendapatkan pembekalan teori. Materi yang diberikan mencakup hukum haji, rukun dan wajib haji, sunnah, hingga larangan selama pelaksanaan ibadah.



“Anak-anak kita beri pemahaman dulu. Mulai dari dasar hukum haji, apa saja yang wajib dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan, hingga hikmah dari ibadah haji itu sendiri. Alhamdulillah mereka bisa mengikuti dengan baik,” katanya.


Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung yang dibuat menyerupai rangkaian ibadah di Tanah Suci. Para siswa memulai dari niat ihram, kemudian melakukan tawaf, dilanjutkan simulasi wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, hingga menuju Mina untuk melaksanakan lontar jumrah.


Tak berhenti di situ, rangkaian praktik juga mencakup kembali ke Makkah untuk melaksanakan tawaf ifadah, sa’i antara Shafa dan Marwah, hingga tahallul sebagai penutup.

“Semua kita rangkai lengkap agar anak-anak punya gambaran nyata. Mereka tidak hanya tahu secara teori, tapi juga merasakan langsung alurnya,” jelasnya.
Lebih jauh, Ahmad Syukri menekankan pentingnya menanamkan nilai spiritual sejak dini kepada generasi muda. 

Ia menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan simbol kesempurnaan ajaran Islam, namun tetap memberikan keringanan bagi umat.



“Haji itu wajib, tapi hanya bagi yang mampu. Ini penting dipahami anak-anak sejak awal, agar mereka tidak salah dalam memaknai kewajiban agama,” ujarnya.
Ia juga menggambarkan ibadah haji sebagai momen besar umat Islam dunia.


“Haji itu seperti muktamar internasional, kongres akbar umat Islam. Semua berkumpul tanpa melihat perbedaan ras, negara, atau status sosial,” tambahnya.
Tak kalah penting, ia menekankan nilai kebahagiaan dan keberkahan dari ibadah haji dibandingkan dengan hal-hal duniawi.


“Kita ingin tanamkan bahwa ada kebahagiaan yang lebih besar dalam beribadah, terutama haji. Harta yang digunakan untuk haji itu justru menjadi lebih berkah,” katanya


Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul kesadaran dan niat sejak dini pada para siswa untuk menunaikan ibadah haji di masa depan. Bahkan, Ahmad Syukri mengingatkan bahwa pendaftaran haji bisa dilakukan sejak usia muda.

“Kalau secara reguler, antreannya bisa sampai 28 tahun. Jadi sejak usia 12 tahun sebenarnya sudah bisa mulai mendaftar. Ini yang ingin kita tanamkan sejak sekarang,” pungkasnya.


Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari para orang tua dan tenaga pendidik, karena dinilai mampu membangun karakter religius sekaligus memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi anak-anak.