Cilegon,— Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Tasyakuran Pelepasan Siswa Kelas IX Angkatan ke-40 Tahun Ajaran 2025/2026 di SMPN 5 Kota Cilegon. Sebanyak 337 siswa mengikuti kegiatan pelepasan yang berlangsung sederhana, namun tetap meriah dan penuh makna.
Acara yang digelar di lingkungan sekolah tersebut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari siswa kelas VII dan VIII. Beragam tarian dan pertunjukan musik dipersembahkan sebagai bentuk dukungan sekaligus hiburan bagi siswa kelas IX yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. 19/05/2026
Ketua Komite SMPN 5 Kota Cilegon, Rosy Rosdiany, menyampaikan bahwa keberhasilan acara tidak terlepas dari kekompakan paguyuban orang tua siswa, pihak sekolah, serta seluruh elemen yang terlibat.
“Alhamdulillah, paguyuban sangat aktif dan solid. Mereka mempersembahkan hiburan berupa tarian dan penampilan seni yang mampu menghidupkan suasana serta memberikan semangat kepada seluruh audiens,” ujarnya.
Ia menegaskan, peran komite sekolah dalam kegiatan tersebut lebih kepada menjembatani aspirasi orang tua dan siswa dengan pihak sekolah. Menurutnya, seluruh keputusan dan pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui komunikasi yang selaras tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
“Kami dari komite hanya menjembatani apa yang menjadi keinginan orang tua dan siswa, kemudian dikomunikasikan dengan sekolah. Alhamdulillah semuanya saling mendukung sehingga acara hari ini bisa terlaksana dengan baik,” katanya.
Rosy juga menjelaskan bahwa seluruh pengelolaan anggaran kegiatan dilakukan oleh paguyuban orang tua siswa. Pihak sekolah maupun komite tidak terlibat langsung dalam pengelolaan dana tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan apresiasi kepada paguyuban yang selama ini aktif berkoordinasi dengan sekolah dan komite selama tiga tahun terakhir.
“Terima kasih kepada paguyuban yang selalu bekerja sama dengan baik bersama sekolah dan komite. Semoga anak-anak dapat meraih cita-citanya, memiliki ilmu yang bermanfaat, serta akhlak yang baik di masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan mengatakan konsep pelepasan tahun ini dibuat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan digelar lebih megah di luar sekolah, tahun ini acara dilaksanakan secara sederhana namun tetap berkesan.
“Tahun ini kami menyesuaikan kondisi dan menghindari kegiatan yang berlebihan. Meski sederhana, kami berusaha menghadirkan acara yang tetap seru dan membanggakan bagi siswa maupun orang tua,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi sebagian wali murid menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan kegiatan. Bahkan, sekitar 25 persen siswa mendapatkan subsidi penuh agar tetap dapat mengikuti acara pelepasan.
“Komite bekerja luar biasa dalam mendukung kegiatan ini. Dukungan itu terlihat dari berbagai kebutuhan acara, termasuk pembuatan video angkatan yang tahun ini dibuat lebih maksimal,” katanya.
Pihak sekolah juga memberikan apresiasi atas dukungan penuh dari komite dan paguyuban selama proses pendidikan siswa sejak awal masuk hingga lulus.
“Tujuan kami adalah membentuk karakter, pengetahuan, dan keterampilan anak-anak agar dapat menjadi pribadi yang siap menghadapi masa depan,” tutur Wakasek.

