CILEGON – WartaGlobal.Id — Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai pelaksanaan Haflah Musyahadah BKPAKSI Kota Cilegon yang digelar di Hotel Royal Krakatau, Minggu. Sebanyak 1.000 santri dari berbagai Taman Kanak-Kanak Qur'an (TKQ) dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) resmi mengikuti prosesi wisuda sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka menyelesaikan program pendidikan Al-Qur'an.
Direktur Daerah BKPAKSI Kota Cilegon, H. Ahmad Syukri, mengatakan Haflah Musyahadah merupakan agenda tahunan yang telah menjadi tradisi BKPAKSI Kota Cilegon dalam memberikan penghargaan kepada para santri yang berhasil menyelesaikan tahapan pendidikan dan dinyatakan lulus melalui proses ujian akhir.
"Haflah Musyahadah ini semacam wisuda bagi para santri. Tujuannya memberikan apresiasi kepada mereka yang telah menyelesaikan program pendidikan di TKQ maupun TPQ. Alhamdulillah tahun ini ada sekitar 1.000 santri yang mengikuti kegiatan ini dan dibagi dalam dua sesi," ujar Ahmad Syukri.
Menurutnya, sebelum mengikuti Haflah Musyahadah, para santri terlebih dahulu menjalani munaqosyah atau ujian akhir yang terdiri dari ujian tulis dan praktik membaca Al-Qur'an.
Munaqosyah tulis dilaksanakan serentak di 151 unit lembaga yang tersebar pada delapan forum kecamatan, sedangkan ujian praktik dipusatkan di Gedung Generasi Qurani, Jalan Sumampir, Kota Cilegon.
"Dari total 1.035 peserta yang mengikuti proses evaluasi, hanya lima santri yang belum memenuhi standar kelulusan dan harus mengulang tahun depan. Sebelumnya kami sudah memberikan kesempatan remedial kepada lebih dari 200 peserta dan hampir seluruhnya berhasil lulus," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Haflah Musyahadah bukan kegiatan yang bersifat wajib. Sejumlah santri yang telah lulus memilih tidak mengikuti wisuda karena berbagai alasan, termasuk faktor biaya atau karena lembaganya mengadakan acara serupa secara mandiri.
Sebaliknya, terdapat pula beberapa santri yang belum lulus namun tetap ingin mengikuti prosesi Haflah Musyahadah. BKPAKSI Kota Cilegon memberikan ruang bagi mereka untuk tetap hadir sebagai bentuk motivasi agar terus semangat belajar.
Lebih lanjut, Ahmad Syukri berpesan kepada seluruh santri dan orang tua agar tidak menjadikan wisuda sebagai akhir dari proses belajar Al-Qur'an.
"Kami berharap para santri jangan berhenti mengaji setelah Haflah Musyahadah ini. Justru setelah lulus harus semakin rajin membaca dan mempelajari Al-Qur'an. Orang tua juga harus terus mendampingi putra-putrinya, terutama dalam tadarus selepas Magrib di rumah," katanya.
Tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur'an yang dikelola BKPAKSI Kota Cilegon menjadi optimisme tersendiri bagi organisasi tersebut. Saat ini BKPAKSI Kota Cilegon membina sekitar 7.900 hingga 8.000 santri yang tersebar di berbagai lembaga pendidikan Al-Qur'an.
Dengan rata-rata 1.000 santri yang menyelesaikan program setiap tahunnya, BKPAKSI memperkirakan agenda Haflah Musyahadah akan terus berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.
"Alhamdulillah kepercayaan masyarakat terhadap TKQ dan TPQ di bawah BKPAKSI Kota Cilegon terus meningkat. Ini menjadi amanah besar bagi kami untuk terus mencetak generasi Qurani yang berakhlak dan mencintai Al-Qur'an," pungkas Ahmad Syukri.

