Serang,— Himpunan Mahasiswa Waringinkurung menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Pesta Babi yang dilanjutkan dengan diskusi sebagai upaya meningkatkan literasi, wawasan, dan daya kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan kebangsaan, khususnya isu-isu yang berkembang di Papua. Kegiatan ini bertempat di halaman Kantor Kecamatan Waringinkurung 30/05/2026
Senior Himpunan Mahasiswa Waringinkurung, Andi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada mahasiswa agar mampu menganalisis berbagai kasus dan peristiwa yang terjadi di Indonesia secara objektif dan kritis.
“Melalui nobar film Pesta Babi ini, kami ingin memberikan edukasi dan literasi kepada teman-teman mahasiswa dalam menganalisis berbagai kasus maupun persoalan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Papua yang saat ini sedang menjadi perhatian publik. Dari sini lahir ruang diskusi dan problem solving agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat merugikan salah satu pihak,” ujar Andi.
Menurutnya, kegiatan serupa perlu terus dilakukan sebagai bagian dari proses pembentukan pola pikir generasi muda dalam memahami situasi dan kondisi bangsa.
“Kegiatan seperti ini harus terus berjalan sebagai salah satu sarana edukasi untuk membangun pola pikir generasi sekarang dalam memahami dinamika bangsa. Mahasiswa perlu memiliki wawasan yang luas dan kemampuan melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang,” katanya.
Andi juga menyoroti pentingnya pembangunan yang tetap memperhatikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat.
“Harapan kami kepada pemerintah adalah bagaimana menciptakan pembangunan tanpa meninggalkan budaya dan adat istiadat yang sudah ada. Pembangunan boleh berjalan, tetapi budaya dan adat tidak boleh hilang,” tambahnya.
Sementara itu, Reza Andika Pragusti, pemantik diskusi sekaligus anggota Departemen Eksternal Himpunan Mahasiswa Waringinkurung, menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru kepada peserta mengenai persoalan yang diangkat dalam film.
“Alhamdulillah, kegiatan ini memberikan semangat baru kepada teman-teman mahasiswa. Mereka jadi mengetahui isi cerita film ini dan memahami gambaran persoalan yang terjadi di Papua. Dari sini muncul banyak tanggapan dan pandangan yang nantinya bisa menjadi ruang diskusi lanjutan,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa semakin kritis terhadap berbagai isu yang berkembang di Indonesia serta aktif memberikan gagasan dan masukan yang konstruktif.
“Harapannya mahasiswa bisa lebih kritis terhadap berbagai permasalahan yang ada di negara ini. Mahasiswa harus aktif memberikan solusi dan masukan kepada pemerintah sebagai bentuk kepedulian terhadap bangsa dan negara,” kata Reza.
Terkait pelaksanaan kegiatan, Reza menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan acara didanai secara mandiri oleh mahasiswa tanpa bantuan dana dari pihak mana pun.
“Pendanaan kegiatan ini murni dari teman-teman mahasiswa. Untuk konsumsi saja kami patungan, ada yang menyumbang Rp2.000 hingga Rp5.000 untuk minum dan cemilan ringan.
Sedangkan peralatan yang digunakan sebagian besar merupakan pinjaman dari teman-teman mahasiswa,” jelasnya.
Dan Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kecamatan yang telah memberikan dukungan fasilitas.
“Alhamdulillah, pihak kecamatan sangat mendukung kegiatan ini. Kami diberi izin menggunakan infokus dan layar yang tersedia sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Di sisi lain, Anas Urbaningrum selaku Babinsa Kelurahan Waringinkurung menilai kegiatan nobar dan diskusi tersebut merupakan aktivitas positif yang perlu terus dikembangkan.
“Kegiatan nobar film Pesta Babi ini merupakan kegiatan yang positif dan bagus. Tanggapan dari para mahasiswa sangat idealis. Mudah-mudahan inspirasi dan pemikiran mereka bisa tersampaikan lebih luas sehingga dapat memberikan kontribusi bagi Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Menurut Anas, wawasan para mahasiswa yang mengikuti diskusi juga cukup luas karena mampu membahas isu-isu nasional hingga internasional.
“Wawasan mereka tidak dangkal. Mereka mampu membahas berbagai persoalan, bahkan sampai isu-isu internasional. Saya kira kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan dan terus dilakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebebasan berpendapat harus tetap dibarengi dengan menjaga ketertiban dan etika dalam menyampaikan aspirasi.
“Saya sangat mendukung kegiatan mahasiswa dan mereka harus tetap bersuara. Namun, ketertiban juga harus tetap dijaga agar tujuan yang baik dapat tercapai dengan cara yang baik pula,” tutupnya.
Kegiatan nobar film Pesta Babi tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap persoalan sosial, budaya, dan kebangsaan, sekaligus memperkuat budaya diskusi yang konstruktif di kalangan generasi muda.

