CILEGON – SDN Jerang Ilir menggelar tasyakuran kelulusan bagi siswa kelas VI dalam suasana sederhana namun penuh makna. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini dengan dukungan penuh paguyuban orang tua siswa itu menjadi momentum pelepasan bagi 34 siswa yang dinyatakan lulus 100 persen pada tahun ajaran 2025/2026. Rabu, 17/06/2026
Kepala SDN Jerang Ilir, Hj. Ratu Hamdah Pujiasih, S.Pd.I., M.M., mengatakan pelaksanaan tasyakuran sepenuhnya diinisiasi dan didukung oleh Paguyuban Kelas VI. Pihak sekolah hanya menyediakan tempat serta membantu kelancaran pelaksanaan acara.
"Alhamdulillah, pelaksanaan tasyakuran kelulusan hari ini disponsori oleh Paguyuban Kelas VI. Seluruh kebutuhan acara dipersiapkan oleh paguyuban, sedangkan sekolah hanya menyiapkan tempat dan tenaga. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus paguyuban yang telah menyukseskan kegiatan ini," ujar Ratu Hamdah.
Ia berharap para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan dasar. Menurutnya, kelulusan dari SD merupakan awal untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Lulus dari SD bukan akhir dari pendidikan. Anak-anak harus terus belajar, melanjutkan ke SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Kami, seluruh guru SDN Jerang Ilir, mendoakan agar mereka menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, serta meraih kesuksesan di dunia maupun di akhirat," katanya.
Ratu Hamdah juga berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga selesai. Ia bersyukur seluruh 34 siswa kelas VI berhasil menyelesaikan pendidikan dan dinyatakan lulus.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Kelas VI, Maftuhah, menjelaskan bahwa kegiatan perpisahan sengaja dikemas secara sederhana dan tidak membebani para orang tua.
Menurutnya, paguyuban tidak menarik iuran wajib ataupun pungutan dalam bentuk apa pun. Apabila ada orang tua yang ingin memberikan bantuan, seluruhnya bersifat sukarela tanpa adanya paksaan.
"Kami mengadakan acara sederhana ini tanpa dipungut biaya apa pun. Jika ada yang ingin membantu secara sukarela silakan, tetapi tidak ada paksaan. Tidak ada istilah sumbangan ataupun patungan yang diwajibkan," ujarnya.
Maftuhah menambahkan, tasyakuran tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memberikan kenangan indah bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di sekolah dasar.
Menurutnya, kelulusan menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan pendidikan anak sebelum mereka melanjutkan ke jenjang berikutnya. Karena itu, orang tua berharap momen tersebut dapat menjadi kenangan berharga sekaligus penyemangat bagi anak-anak untuk terus meraih prestasi di masa depan.

