Perkuat Peran Orang Tua, KKM Tematik Literasi Kelompok 50 UNTIRTA Adakan Seminar Literasi di SD Negeri Cibodas - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Perkuat Peran Orang Tua, KKM Tematik Literasi Kelompok 50 UNTIRTA Adakan Seminar Literasi di SD Negeri Cibodas

Thursday, 30 July 2026
Kab. Serang, 25 Juli 2026 — Dalam rangka meningkatkan kesadaran pentingnya literasi serta memperkuat peran keluarga dalam proses pendidikan anak, Kelompok KKM Tematik Literasi 50 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan seminar literasi bertajuk “Menjadi Sahabat Anak di Era Digital”, yang membahas persoalan-persoalan dalam proses orangtua mendampingi anak belajar. Kegiatan seminar yang dilaksanakan pada hari Sabtu (25/7) ini bertempat di SD Negeri Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, dan diikuti oleh para wali murid sebagai partisipan utama. 
Sebagai salah satu bagian dari program kerja KKM Tematik Literasi Kelompok 50 UNTIRTA, seminar ini berfokus pada peningkatan budaya literasi di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan seminar yang diinisiasi oleh mahasiswa KKM ini, diharapkan dapat menjadi upaya membangun kesadaran bahwa pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan butuh keterlibatan aktif dari orangtua sebagai pendamping utama anak di rumah. 
 
Menghadirkan Dr. Welliam Hamer, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, seminar dikemas dalam bentuk talkshow interaktif yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Suasana seminar berlangsung hangat dan komunikatif. Para orang tua tampak antusias mengikuti materi serta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai tantangan mendampingi anak belajar di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Pada pemaparannya, Dr. Welliam Hamer menerangkan bahwa era digital menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan bagi proses pendidikan anak. Akses terhadap informasi yang semakin mudah perlu diimbangi dengan kemampuan literasi yang baik agar anak mampu memilah informasi secara kritis dan memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Oleh karena itu, kehadiran dan pendampingan orang tua menjadi faktor yang sangat penting dalam membentuk kebiasaan belajar serta karakter anak.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga merupakan kunci keberhasilan pendidikan. Menurutnya, sinergi yang terjalin dari hati ke hati antara guru dan wali murid akan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan saling mendukung. Dengan adanya hubungan yang harmonis, perkembangan akademik maupun karakter anak dapat dipantau dan dibimbing secara optimal.
Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi, seminar ini juga mengajak para orang tua untuk lebih bijak dalam mendampingi penggunaan gawai dan media digital oleh anak. Orang tua diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mengarahkan anak memanfaatkan teknologi sebagai media belajar, mengembangkan kreativitas, serta memperluas wawasan secara positif.
Pada sesi tanya jawab, para peserta memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam mendampingi anak, mulai dari membatasi penggunaan gawai, membangun kebiasaan membaca di rumah, hingga menumbuhkan motivasi belajar. Berbagai pertanyaan tersebut dijawab secara komunikatif oleh narasumber dengan memberikan solusi yang praktis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan seminar ini mendapat sambutan positif dari para wali murid SD Negeri Cibodas. Mereka mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan, khususnya di era digital yang menuntut kemampuan literasi semakin tinggi. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih erat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui penyelenggaraan Seminar Literasi ini, KKM Tematik Literasi Kelompok 50 UNTIRTA berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan budaya literasi di masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara guru dan orang tua. Dengan kerja sama yang baik, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang gemar belajar, memiliki kemampuan literasi yang baik, serta mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di masa depan.