Tingkatkan Semangat Belajar Anak, KKM Kelompok 21 Desa Citerep Adakan Bimbel Rutin - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Tingkatkan Semangat Belajar Anak, KKM Kelompok 21 Desa Citerep Adakan Bimbel Rutin

Thursday, 23 July 2026
Serang (22 juni 2026) - Pendidikan merupakan bekal penting bagi setiap anak untuk menghadapi masa depan. Sayangnya, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendampingan belajar di luar jam sekolah. Sebagian dari mereka masih mengalami kesulitan membaca, menulis, dan berhitung karena keterbatasan waktu belajar maupun kurangnya bimbingan di rumah. Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 21 Desa Citerep menghadirkan sebuah ruang belajar calistung bagi anak-anak di Kampung Kubangawan. Program ini lahir dari hasil pengamatan mahasiswa selama menjalankan KKM di Desa Citerep. Saat berinteraksi dengan warga, mereka melihat banyak anak yang memiliki semangat belajar tinggi, tetapi masih membutuhkan pendampingan agar kemampuan dasar mereka semakin baik. Dari situlah muncul gagasan untuk membuka ruang belajar yang bisa diikuti secara gratis oleh anak-anak di lingkungan sekitar. Ruang belajar tersebut tidak dibuat seperti suasana sekolah yang kaku. Mahasiswa justru ingin menghadirkan tempat belajar yang santai, nyaman, dan menyenangkan. Anak-anak diajak belajar sambil bermain sehingga mereka tidak merasa terbebani. Setiap pertemuan diisi dengan berbagai aktivitas menarik, mulai dari belajar mengenal huruf, membaca cerita pendek, latihan menulis, berhitung sederhana, hingga permainan edukatif yang mampu melatih konsentrasi dan kerja sama.
Antusiasme anak-anak terlihat sejak hari pertama kegiatan berlangsung. Mereka datang dengan penuh semangat, bahkan beberapa di antaranya sudah berkumpul sebelum kegiatan dimulai. Bagi mereka, ruang belajar ini bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga menjadi tempat bermain dan bertemu dengan teman-teman sebaya.
Mahasiswa KKM menyadari bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Ada yang sudah lancar membaca, tetapi masih kesulitan berhitung. Ada juga yang masih belajar mengeja satu per satu huruf. Karena itu, proses belajar dilakukan dengan pendekatan yang lebih personal. Mahasiswa mendampingi anak-anak sesuai dengan kemampuan masing-masing sehingga mereka tidak merasa tertinggal.
Suasana belajar pun dibuat penuh kehangatan. Tidak ada rasa takut ketika salah menjawab pertanyaan. Sebaliknya, setiap usaha yang dilakukan anak-anak selalu diberikan apresiasi. Cara sederhana seperti memberikan pujian atau tepuk semangat ternyata mampu meningkatkan rasa percaya diri mereka. Perlahan, anak-anak yang sebelumnya pendiam mulai berani membaca di depan teman-temannya dan aktif menjawab pertanyaan. Selain mengajarkan calistung, mahasiswa juga menyisipkan berbagai nilai positif dalam setiap kegiatan. Anak-anak diajak untuk saling menghargai, disiplin, menjaga kebersihan, serta membiasakan diri untuk berbicara dengan sopan. Hal ini dilakukan karena pendidikan bukan hanya tentang kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter sejak usia dini.
Program ruang belajar ini juga mendapat sambutan baik dari orang tua. Mereka merasa terbantu karena anak-anak memiliki kegiatan yang bermanfaat setelah pulang sekolah. Waktu yang biasanya digunakan untuk bermain gawai kini sebagian dialihkan untuk belajar bersama teman-teman. Orang tua juga melihat perubahan positif pada anak, terutama dalam hal keberanian membaca dan semangat mengerjakan tugas sekolah. Bagi mahasiswa KKM, kegiatan ini memberikan pengalaman yang tidak bisa diperoleh di ruang kuliah. Mereka belajar bahwa mengajar bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga memahami karakter setiap anak. Dibutuhkan kesabaran, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Melalui interaksi yang terjalin setiap hari, hubungan antara mahasiswa dan anak-anak menjadi semakin dekat. Mereka tidak lagi memandang mahasiswa sebagai pengajar, melainkan sebagai kakak yang siap membantu ketika mengalami kesulitan belajar. Kedekatan tersebut membuat suasana belajar terasa lebih hangat dan penuh keceriaan.
Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dasar yang masih membutuhkan pendampingan dalam menguasai kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghadirkan dampak positif. Dukungan warga yang menyediakan tempat belajar serta semangat anak-anak untuk terus mengikuti kegiatan menjadi modal utama dalam keberlangsungan program tersebut.
Lebih dari sekadar mengajarkan calistung, ruang belajar ini menghadirkan harapan baru. Harapan agar anak-anak semakin percaya diri dalam belajar, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan terus memiliki mimpi untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pendidikan memang tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Di teras rumah, balai warga, atau tempat sederhana lainnya, proses belajar tetap bisa berjalan selama ada kemauan untuk berbagi ilmu.
Program ini juga menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan akademik di kampus. Melalui KKM, mahasiswa hadir sebagai bagian dari masyarakat yang ikut mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, akan membawa manfaat bagi banyak orang.
Di akhir masa pengabdian nanti, mungkin yang akan paling diingat bukan hanya materi yang telah diajarkan, melainkan kebersamaan yang terjalin selama proses belajar. Tawa anak-anak, semangat mereka saat berhasil membaca satu kalimat dengan lancar, hingga keberanian mereka mengerjakan soal berhitung sendiri menjadi kenangan berharga bagi seluruh anggota KKM Kelompok 21.
Harapannya, ruang belajar calistung yang telah dibangun selama kegiatan KKM dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus peduli terhadap pendidikan anak-anak. Sebab, membangun generasi yang cerdas tidak selalu membutuhkan langkah besar. Terkadang, semua berawal dari satu ruang belajar sederhana, beberapa buku, dan sekelompok mahasiswa yang dengan tulus meluangkan waktu untuk menemani anak-anak belajar.
 
 
Melalui program ini, KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 21 Desa Citerep ingin menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik. Lebih dari itu, pengabdian adalah tentang hadir, mendengar kebutuhan masyarakat, lalu bergerak bersama untuk memberikan manfaat yang bisa dirasakan secara nyata. Dari Kampung Kubangawan, semangat belajar itu terus tumbuh, satu huruf, satu kata, dan satu langkah kecil menuju masa depan yang lebih baik.