
Serang – Kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan yang penting untuk dikenalkan kepada anak sejak dini. Namun, pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak perlu disampaikan dengan metode yang sederhana dan menyenangkan agar mereka tidak merasa kesulitan dalam mempelajarinya. Melihat hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 33 Desa Singarajan menghadirkan kegiatan les Bahasa Inggris bagi anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) di Perpustakaan Pelangi, Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kegiatan edukatif yang bertujuan meningkatkan minat dan kecintaan anak-anak terhadap pembelajaran Bahasa Inggris sejak dini. Pembelajaran dikemas melalui penyampaian materi, praktik berbicara, lembar kerja, ice breaking, serta permainan edukatif agar peserta dapat belajar dalam suasana yang lebih santai dan interaktif.
Kegiatan les Bahasa Inggris dilaksanakan oleh mahasiswa KKM 33 Desa Singarajan Universitas Bina Bangsa pada 9, 11, dan 12 Agustus 2026, dengan satu kali pertemuan setiap harinya. Kegiatan berlangsung pada pukul 15.00–17.30 WIB dan diikuti sekitar 10–15 anak dari kelas 3 hingga 6 SD. Pelaksanaan kegiatan berpusat di Perpustakaan Pelangi Desa Singarajan yang dimanfaatkan sebagai ruang belajar bagi anak-anak di luar kegiatan pembelajaran formal di sekolah.
Kegiatan pembelajaran dibimbing oleh Amalia Chairunnisa, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Pada rangkaian pembelajaran tersebut, peserta diperkenalkan dengan materi dasar Bahasa Inggris yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak-anak sekolah dasar.
Pada pembelajaran awal, anak-anak mendapatkan materi “Let’s Get to Know Me” yang berfokus pada kemampuan memperkenalkan diri atau introducing self. Anak-anak tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung cara memperkenalkan nama, usia, tempat tinggal, hobi, serta informasi sederhana mengenai diri mereka menggunakan Bahasa Inggris.
Selain materi perkenalan diri, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan “To Be”, yaitu is, am, dan are. Penggunaan to be diperkenalkan melalui contoh-contoh kalimat sederhana agar anak-anak dapat memahami perbedaan penggunaannya serta mulai menggunakannya dalam percakapan maupun tulisan sederhana.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, pembelajaran dilengkapi dengan worksheet Bahasa Inggris. Lembar kerja tersebut berisi latihan mengenai materi perkenalan diri serta penyusunan kalimat sederhana menggunakan is, am, dan are. Dengan adanya latihan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menguji pemahaman melalui kegiatan menulis.
Suasana pembelajaran kemudian dibuat lebih interaktif dengan adanya ice breaking dan permainan edukatif yang berkaitan dengan materi. Metode tersebut digunakan untuk mengurangi suasana belajar yang terlalu formal sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi dan mempraktikkan materi yang telah dipelajari.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris di hadapan teman-temannya. Pada awalnya, beberapa anak masih terlihat malu dan ragu ketika diminta berbicara menggunakan Bahasa Inggris. Namun, suasana pembelajaran yang lebih santai memberikan ruang bagi mereka untuk mencoba dan berpartisipasi dalam kegiatan.
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada pemahaman materi Bahasa Inggris, tetapi juga pada peningkatan keberanian dan kepercayaan diri peserta. Melalui praktik berbicara secara langsung, anak-anak didorong untuk tidak takut melakukan kesalahan ketika mencoba menggunakan Bahasa Inggris.
Pemanfaatan Perpustakaan Pelangi sebagai tempat kegiatan juga memberikan fungsi tambahan bagi ruang tersebut sebagai lingkungan belajar masyarakat. Selain menjadi tempat membaca, perpustakaan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan edukatif yang mendukung perkembangan pengetahuan dan keterampilan anak-anak Desa Singarajan.
Dari kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman belajar Bahasa Inggris melalui metode yang memadukan materi, praktik, dan aktivitas permainan. Anak-anak juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal penggunaan Bahasa Inggris dalam konteks sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan les Bahasa Inggris ini, mahasiswa KKM 33 turut berkontribusi dalam mendukung kegiatan pendidikan masyarakat, khususnya dalam memberikan pengalaman belajar tambahan bagi anak-anak tingkat SD. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk pemanfaatan ruang literasi sebagai tempat pembelajaran yang dapat diakses dan digunakan oleh anak-anak di lingkungan Desa Singarajan.
Ke depan, kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan dapat terus dikembangkan dengan materi dan metode yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan anak-anak. Keberadaan Perpustakaan Pelangi juga diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang tidak hanya mendukung kegiatan membaca, tetapi juga berbagai aktivitas edukatif lainnya.
Dengan pembelajaran yang dilakukan secara interaktif dan menyenangkan, anak-anak diharapkan memiliki dasar kemampuan Bahasa Inggris yang lebih baik, semakin percaya diri untuk menggunakan Bahasa Inggris, serta memiliki ketertarikan untuk terus mempelajarinya di masa mendatang.

