
Serang – Keberadaan perpustakaan desa dapat menjadi salah satu ruang alternatif bagi anak-anak untuk membaca, belajar, dan mengenal berbagai sumber pengetahuan. Namun, ruang literasi yang kurang terawat dan belum menjadi bagian dari kebiasaan anak-anak dapat membuat fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 33 untuk melakukan revitalisasi Pojok Baca Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, pada Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di area belakang Kantor Desa Singarajan tersebut merupakan bagian dari program kerja Bidang Sosial, Budaya, Hukum, dan Pemberdayaan Masyarakat. Revitalisasi dilakukan untuk menghidupkan kembali fungsi perpustakaan desa sebagai ruang yang lebih bersih, nyaman, dan menarik bagi anak-anak, sekaligus mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca dan belajar di lingkungan masyarakat.
Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKM 33 terlebih dahulu melakukan koordinasi dan meminta izin kepada pihak Desa Singarajan terkait rencana revitalisasi. Koordinasi tersebut dilakukan untuk membahas kondisi perpustakaan, bentuk perbaikan yang diperlukan, serta rencana pemanfaatan ruang setelah revitalisasi. Pada hari pelaksanaan, mahasiswa kembali melakukan konfirmasi kepada pihak desa sekaligus menjelaskan rencana penataan dan perbaikan area Pojok Baca.

Pelaksanaan revitalisasi kemudian dilakukan secara langsung oleh mahasiswa KKM. Kegiatan diawali dengan membersihkan area perpustakaan yang sebelumnya kurang mendapatkan perawatan. Bagian-bagian ruangan ditata kembali agar lebih rapi dan dapat digunakan dengan lebih nyaman. Selain membersihkan dan merapikan ruangan, mahasiswa juga membuat berbagai hiasan sederhana untuk memperbaiki tampilan Pojok Baca agar lebih menarik bagi anak-anak.
Penataan tersebut tidak hanya berorientasi pada perubahan tampilan ruangan, tetapi juga diarahkan untuk mengubah kesan perpustakaan menjadi tempat yang lebih terbuka dan menyenangkan bagi anak-anak. Mahasiswa KKM berupaya menciptakan lingkungan yang dapat membuat anak merasa lebih nyaman untuk berada di dalam ruang literasi, baik untuk membaca maupun melakukan aktivitas belajar.
Upaya menghidupkan kembali Pojok Baca juga tidak berhenti pada kegiatan revitalisasi fisik. Mahasiswa KKM 33 mengintegrasikan pemanfaatan perpustakaan dengan kegiatan dari program kerja Bidang Pendidikan berupa bimbingan belajar (bimbel) yang dilaksanakan secara rutin setiap sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Kegiatan bimbingan belajar tersebut terbuka bagi anak-anak Desa Singarajan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Dalam pelaksanaannya, perpustakaan yang telah dibersihkan dan ditata kembali digunakan sebagai tempat kegiatan belajar. Setiap pertemuan umumnya diikuti sekitar 15–20 siswa, dengan peserta yang didominasi oleh siswa sekolah dasar.
Pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang bimbingan belajar memberikan fungsi tambahan bagi Pojok Baca. Ruangan tersebut tidak hanya menjadi tempat penyimpanan atau membaca buku, tetapi mulai digunakan sebagai ruang interaksi pendidikan antara mahasiswa dan anak-anak Desa Singarajan. Dengan adanya aktivitas yang berlangsung secara rutin, anak-anak memiliki kesempatan untuk lebih terbiasa datang dan menggunakan fasilitas perpustakaan.
Bagi mahasiswa KKM 33, revitalisasi Pojok Baca menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan ruang yang mendukung aktivitas literasi dan pendidikan anak. Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pemanfaatan fasilitas desa dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.
Ketua Kelompok KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 33 menyampaikan bahwa revitalisasi tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kondisi fisik perpustakaan, tetapi juga mendorong agar ruang tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh anak-anak. “Kami ingin Pojok Baca ini tidak hanya terlihat lebih bersih dan menarik, tetapi juga benar-benar digunakan oleh anak-anak. Karena itu, kami menghubungkannya dengan kegiatan bimbingan belajar agar perpustakaan memiliki aktivitas yang rutin dan anak-anak semakin terbiasa datang untuk belajar maupun membaca,” ujarnya.
Keberadaan Pojok Baca yang lebih tertata diharapkan dapat memberikan ruang alternatif bagi anak-anak Desa Singarajan untuk mengembangkan minat membaca, belajar, dan berinteraksi dalam lingkungan yang mendukung kegiatan pendidikan. Pemanfaatannya melalui bimbingan belajar juga menjadi langkah untuk memperkenalkan perpustakaan kepada anak-anak yang sebelumnya belum terbiasa atau jarang menggunakannya.
Meski revitalisasi dilakukan dalam lingkup kegiatan KKM, keberlanjutan pemanfaatan perpustakaan menjadi bagian penting dari tujuan program. Setelah masa pengabdian mahasiswa selesai, Pojok Baca diharapkan tetap dirawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat bersama pihak Desa Singarajan. Pendampingan dari masyarakat maupun perangkat desa juga diharapkan dapat menjaga agar anak-anak tetap memiliki ruang yang nyaman untuk membaca dan belajar.
Melalui revitalisasi tersebut, mahasiswa KKM 33 berharap Pojok Baca Desa Singarajan dapat berkembang menjadi ruang literasi dan pendidikan yang aktif, tidak hanya selama pelaksanaan KKM, tetapi juga setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya. Dengan perawatan dan pemanfaatan secara berkelanjutan, fasilitas yang tersedia di lingkungan desa diharapkan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak serta mendukung tumbuhnya kebiasaan belajar dan literasi di masyarakat.

