Bimbingan Belajar di Perpustakaan Pelangi Jadi Ruang Penguatan Literasi Anak, KKM 33 Dampingi Siswa Desa Singarajan - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Bimbingan Belajar di Perpustakaan Pelangi Jadi Ruang Penguatan Literasi Anak, KKM 33 Dampingi Siswa Desa Singarajan

Saturday, 22 August 2026

**Serang** — Perpustakaan Pelangi Desa Singarajan dimanfaatkan sebagai ruang belajar bersama bagi anak-anak sekolah dasar melalui kegiatan bimbingan belajar yang dilaksanakan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 33 Universitas Bina Bangsa. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pendampingan belajar sekaligus mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai lingkungan belajar yang positif bagi anak-anak.

Bimbingan belajar mulai dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, di pojok baca yang berada di dalam Perpustakaan Pelangi, Desa Singarajan. Kegiatan berlangsung rutin selama kurang lebih tiga minggu hingga 9 Agustus 2026, dengan frekuensi lima hingga enam hari dalam seminggu. Setiap pertemuan dilaksanakan pada pukul 15.00–17.30 WIB.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 15–20 siswa sekolah dasar dari berbagai sekolah di sekitar Desa Singarajan. Peserta berasal dari kelas 3 hingga kelas 6 SD, dengan mahasiswa KKM 33 berperan sebagai pembimbing dalam proses pembelajaran.

Bimbingan belajar tidak hanya diarahkan untuk membantu siswa memahami pelajaran dan menyelesaikan pekerjaan rumah, tetapi juga memberikan perhatian pada penguatan kemampuan literasi. Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa mempersiapkan materi dan bahan ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

Salah satu media yang digunakan berupa worksheet mencocokkan suku kata berdasarkan warna. Aktivitas tersebut dirancang untuk melatih fokus dan ketelitian anak. Selain itu, mahasiswa juga menggunakan buku, alat tulis, media mewarnai, serta berbagai sarana pembelajaran lainnya agar kegiatan tidak berlangsung secara monoton.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan mempersiapkan meja dan tempat belajar bagi peserta. Tata letak tempat duduk juga dibuat bervariasi pada setiap pertemuan. Variasi tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman sekaligus mengurangi kejenuhan anak selama mengikuti kegiatan.

Materi pembelajaran lebih banyak diarahkan pada kegiatan literasi, seperti membaca, mengenal dan mencocokkan suku kata, serta mengerjakan lembar kerja. Di sela-sela pembelajaran, mahasiswa juga membantu siswa memahami tugas sekolah atau pekerjaan rumah yang sedang dikerjakan.

Kegiatan mewarnai dan *ice breaking* turut diberikan sebagai selingan. Pendekatan tersebut membuat proses belajar berlangsung dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan, tanpa menghilangkan tujuan utama pendampingan belajar.

Selama pelaksanaan, kegiatan bimbingan belajar diikuti secara rutin oleh anak-anak dengan jumlah peserta yang berada pada kisaran 15–20 siswa setiap pertemuan. Mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar, membaca, mengerjakan tugas, sekaligus mengikuti aktivitas edukatif dengan pendampingan langsung dari mahasiswa.

Selain memberikan pendampingan akademik, kegiatan ini turut memperkuat fungsi Perpustakaan Pelangi sebagai ruang belajar bagi anak-anak di Desa Singarajan. Perpustakaan tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan pembelajaran bersama.

Pemanfaatan media belajar yang beragam juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk melatih fokus, ketelitian, komunikasi, serta keberanian mengikuti proses pembelajaran. Pendampingan mahasiswa membuat interaksi belajar berlangsung lebih dekat sehingga siswa dapat memperoleh bantuan ketika mengalami kesulitan dalam memahami materi.

Kegiatan bimbingan belajar tersebut merupakan bagian dari Bidang Pendidikan, Keagamaan, dan Penguatan Karakter Masyarakat dalam program KKM Universitas Bina Bangsa Tahun 2026. Pelaksanaannya diarahkan untuk membantu meningkatkan pemahaman dan kemampuan belajar anak, menumbuhkan minat serta motivasi belajar, sekaligus meningkatkan pemanfaatan fasilitas Perpustakaan Pelangi.

Melalui kegiatan tersebut, Perpustakaan Pelangi diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang yang mendukung aktivitas literasi dan pendidikan anak. Keberadaan ruang belajar yang nyaman dan kegiatan yang dilakukan secara positif juga diharapkan dapat membantu anak-anak membangun kebiasaan membaca tanpa mudah merasa bosan.

Ke depan, kegiatan-kegiatan positif seperti bimbingan belajar diharapkan dapat terus dikembangkan dengan melibatkan siswa dan pihak desa. Dengan demikian, pemanfaatan Perpustakaan Pelangi sebagai ruang literasi dan pembelajaran dapat terus berlanjut serta memberikan ruang bagi anak-anak Desa Singarajan untuk belajar, membaca, dan mengembangkan kemampuan mereka.