
Pendidikan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan karakter anak sejak dini. Hal tersebut turut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 33 melalui kegiatan pendampingan dan pengajaran mengaji di TPQ Ar-Rohmani, Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Bidang Pendidikan, Keagamaan, dan Penguatan Karakter Masyarakat tersebut dilaksanakan secara rutin selama masa pengabdian mahasiswa. Pendampingan dimulai pada 20 Juli 2026 dan direncanakan berlangsung selama kurang lebih empat minggu, dengan kegiatan pembelajaran dilaksanakan empat hari dalam satu minggu setelah Magrib hingga setelah Isya.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk keterlibatan mahasiswa dalam mendukung proses pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat. Selain membantu proses pembelajaran, mahasiswa juga memberikan pendampingan kepada peserta didik sesuai dengan kemampuan dan jenjang pembelajaran masing-masing.
Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa KKM 33 terlebih dahulu melakukan observasi dan koordinasi dengan pihak TPQ. Perizinan serta pembahasan mengenai pelaksanaan kegiatan dilakukan bersama Ummi Lilis selaku pihak yang membantu mengoordinasikan kegiatan di TPQ Ar-Rohmani. Dari koordinasi tersebut, mahasiswa kemudian menyesuaikan jadwal pendampingan dengan kegiatan belajar mengaji yang telah berlangsung di TPQ.
Peserta kegiatan terdiri atas sekitar 20 anak dengan rentang usia 7 hingga 15 tahun. Para peserta memiliki jenjang kemampuan mengaji yang beragam sehingga pendampingan dilakukan secara menyesuaikan kemampuan masing-masing peserta. Setiap hari pelaksanaan, sekitar 5–6 mahasiswa KKM 33 turut membantu proses pembelajaran.
Pada hari pelaksanaan, mahasiswa terlebih dahulu membantu mempersiapkan lingkungan belajar. Kegiatan diawali dengan membersihkan dan merapikan ruang kelas TPQ, menata meja, serta menyiapkan berbagai media pembelajaran yang digunakan, seperti buku Iqra dan bahan bacaan lainnya.
Setelah persiapan selesai, kegiatan dimulai dengan pembukaan dan doa bersama. Peserta kemudian mengikuti pembelajaran mengaji sesuai dengan jenjang yang sedang mereka tempuh. Mahasiswa KKM 33 mendampingi peserta secara bergantian dengan menyimak bacaan masing-masing anak, memberikan arahan ketika terdapat kesalahan dalam membaca, serta membantu peserta melanjutkan pembelajaran sesuai materi yang sedang dipelajari.
Perbedaan kemampuan peserta menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam proses pendampingan. Dengan adanya beberapa mahasiswa yang terlibat setiap harinya, peserta dapat memperoleh pendampingan secara lebih dekat sehingga proses menyimak bacaan dapat dilakukan secara bergantian sesuai kebutuhan masing-masing anak.
Kegiatan pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah. Setelah rangkaian kegiatan selesai, mahasiswa bersama peserta menutup kegiatan dan para peserta kemudian kembali ke rumah masing-masing.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Iqra atau Al-Qur’an, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pembentukan karakter peserta didik. Kedisiplinan mengikuti jadwal, kebiasaan berdoa sebelum belajar, menjaga ketertiban selama pembelajaran, serta melaksanakan salat berjamaah menjadi bagian dari aktivitas yang berlangsung selama pendampingan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 33 turut membantu tenaga pendidik dalam mendampingi peserta didik selama proses pembelajaran. Kehadiran mahasiswa juga memberikan tambahan pendamping dalam kegiatan belajar sehingga peserta dapat memperoleh kesempatan untuk mendapatkan bimbingan secara lebih individual sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing.
Bagi mahasiswa, kegiatan mengajar mengaji menjadi salah satu bentuk pengabdian dalam mendukung pendidikan masyarakat, khususnya pendidikan keagamaan bagi anak-anak di Desa Singarajan. Interaksi yang berlangsung selama kegiatan juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan pembelajaran peserta didik serta beradaptasi dengan karakter dan kemampuan anak yang beragam.
Selama pelaksanaan, kegiatan pembelajaran berjalan dengan partisipasi peserta yang cukup baik. Pendampingan secara langsung memberikan kesempatan kepada peserta untuk berlatih membaca secara lebih intensif, sekaligus membangun suasana belajar yang lebih interaktif melalui keterlibatan mahasiswa sebagai pendamping.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi peserta didik dan pihak TPQ Ar-Rohmani. Setelah masa pengabdian KKM 33 berakhir, keberlanjutan proses pembelajaran tetap diharapkan dapat berjalan dengan dukungan tenaga pendidik dan lingkungan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pendidikan keagamaan tidak hanya berlangsung selama program KKM, tetapi dapat terus menjadi bagian dari pembentukan karakter dan pembiasaan positif anak-anak di Desa Singarajan.

