
Serang – Pembelajaran berbasis praktik memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperoleh pengalaman secara langsung. Hal tersebut diterapkan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 33 Desa Singarajan melalui kegiatan Painting Totebag Canvas di SDN Singarajan, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB tersebut merupakan bagian dari program kerja Bidang Pendidikan, Keagamaan, dan Penguatan Karakter Masyarakat. Sebanyak 42 siswa mengikuti kegiatan secara individu dengan mahasiswa KKM 33 bertindak sebagai pengajar sekaligus pendamping selama proses praktik.
Kegiatan bertujuan memberikan sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui praktik seni secara langsung. Selain melatih keterampilan dalam membuat karya seni, kegiatan ini juga diarahkan agar siswa dapat menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh mahasiswa KKM 33, yaitu Amalia Chairunnisa, Dwi Lesti Wulandari, Devi Nurviyanti, dan Maya Nur Pratiwi. Setelah pembukaan, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai kegiatan Painting Totebag Canvas, termasuk tahapan yang akan dilakukan oleh para siswa.
Selanjutnya, mahasiswa membagikan alat dan bahan kepada masing-masing siswa. Perlengkapan yang digunakan terdiri atas kuas, cat air, palet cat air, dan media totebag canvas. Sebelum mulai menggunakan cat, siswa diberikan pengarahan mengenai tata cara melukis pada media canvas.
Proses melukis diawali dengan membuat sketsa menggunakan pensil. Mahasiswa juga memberikan contoh gambar sebagai referensi yang dapat digunakan siswa dalam menentukan bentuk maupun desain lukisan. Meskipun diberikan referensi, siswa tetap diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas dan menentukan hasil karya masing-masing.
Setelah sketsa selesai dibuat, siswa mulai melukis secara langsung pada media totebag canvas menggunakan cat yang telah disediakan. Mahasiswa KKM 33 mendampingi proses tersebut dan memberikan arahan ketika siswa mengalami kesulitan dalam menggunakan alat maupun mengaplikasikan cat pada media totebag.

Pelaksanaan secara individu memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk membuat karya masing-masing. Dengan demikian, setiap totebag memiliki desain dan hasil lukisan yang berbeda sesuai dengan kreativitas serta keterampilan masing-masing peserta.
Setelah proses melukis selesai, totebag yang telah dibuat kemudian dikeringkan dengan cara dijemur selama sekitar 10 menit. Tahap tersebut dilakukan agar hasil lukisan pada media canvas dapat mengering dan menempel dengan baik sebelum dibawa pulang oleh siswa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ditutup oleh mahasiswa KKM 33. Tote bag yang telah selesai dilukis kemudian dibawa pulang oleh masing-masing siswa sehingga karya yang dibuat tidak hanya menjadi hasil praktik pembelajaran, tetapi juga dapat digunakan sebagai media atau alat yang memiliki fungsi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman dalam mengembangkan kreativitas melalui seni lukis. Praktik secara langsung juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilan menggunakan alat dan bahan seni, menuangkan ide dalam bentuk gambar, serta menyelesaikan sebuah karya secara mandiri.
Selain menghasilkan karya yang memiliki nilai estetika, totebag yang telah dilukis dapat digunakan kembali oleh siswa sebagai barang fungsional. Hal tersebut memberikan pengalaman kepada siswa bahwa kegiatan seni tidak hanya menghasilkan karya untuk dipajang, tetapi juga dapat menghasilkan benda yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi mahasiswa KKM 33, kegiatan Painting Totebag Canvas menjadi salah satu bentuk pembelajaran kreatif yang dapat memperkenalkan kegiatan seni melalui metode praktik. Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa lebih aktif mengikuti proses pembelajaran sekaligus memberikan ruang untuk mengekspresikan kreativitas masing-masing.
Ke depan, kegiatan pembelajaran berbasis praktik seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang menarik dan interaktif. Melalui kegiatan seni dan praktik kreatif, siswa diharapkan semakin memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, jiwa seni, serta keterampilan yang dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan lainnya.

