Mahasiswa Psikologi Universitas Bina Bangsa Ikuti Silaturahmi Kebangsaan 2026, Perkuat Wawasan Generasi Muda dalam Menghadapi Perang Informasi - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Mahasiswa Psikologi Universitas Bina Bangsa Ikuti Silaturahmi Kebangsaan 2026, Perkuat Wawasan Generasi Muda dalam Menghadapi Perang Informasi

Friday, 30 October 2026
BEKASI — Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI) Universitas Bina Bangsa, Serang, Banten, melalui perwakilannya, Jundi Ilman Rahman, turut berpartisipasi dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dengan Civitas Akademika Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad), pada Kamis, 29 Oktober 2026, bertempat di Ballroom Hotel Horison, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Mengusung tema “Generasi Tangguh Menghadapi AI dan Perang Informasi”, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dan civitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. Kehadiran perwakilan dari Universitas Bina Bangsa menjadi bagian dari partisipasi mahasiswa dalam memperluas wawasan kebangsaan, meningkatkan literasi digital, serta memahami tantangan perkembangan teknologi dan arus informasi di era globalisasi.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, penampilan tari, laporan kegiatan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan Danpusterad yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, Danpusterad Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, S.H., M.H., menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat di tengah perkembangan teknologi dan era globalisasi. Kemajuan teknologi membuat informasi dapat tersebar dengan cepat, tetapi tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.

Ia menekankan bahwa meskipun generasi saat ini mungkin belum mengalami perang fisik secara langsung, masyarakat menghadapi bentuk tantangan lain berupa perang pikiran atau perang kognitif. Pertarungan tersebut dapat berlangsung melalui informasi dan ruang digital yang memengaruhi cara berpikir, persepsi, serta pemahaman masyarakat terhadap berbagai persoalan. Oleh karena itu, generasi muda perlu memiliki kewaspadaan dan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Salah satu materi utama disampaikan oleh Dr. Fritz Edward Siregar, S.H., LL.M., Ph.D., Asisten Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, dengan topik “Ketahanan Informasi di Era AI”. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami bagaimana arus informasi, algoritma digital, dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat memengaruhi cara manusia membentuk persepsi, kepercayaan, emosi, hingga mengambil keputusan.

Peserta juga diperkenalkan pada fenomena filter bubble, yaitu kondisi ketika algoritma platform digital cenderung menyajikan informasi yang sesuai dengan minat atau pandangan pengguna. Apabila tidak diimbangi dengan pencarian sumber yang beragam, kondisi tersebut dapat membatasi perspektif dan membuat seseorang lebih jarang terpapar sudut pandang yang berbeda.

Selain itu, pembahasan menekankan bahwa informasi yang tampak meyakinkan belum tentu benar. Hoaks dan manipulasi informasi dapat memanfaatkan emosi manusia, seperti rasa takut, marah, bangga, dan benci, sehingga seseorang terdorong untuk mempercayai atau menyebarkan informasi tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, literasi digital menjadi kemampuan penting bagi generasi muda. Pemanfaatan AI perlu disertai sikap kritis dan tanggung jawab. Teknologi dapat digunakan untuk membantu mencari, merangkum, dan membandingkan informasi, tetapi manusia tetap perlu memeriksa sumber, menilai kebenaran, serta mengambil keputusan secara bijak.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Brigjen TNI Judi Praga Paragina Firdaus, M.Sc., Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), mengenai wawasan kebangsaan dan bela negara. Pemaparan tersebut menyoroti pentingnya nilai-nilai dasar bela negara serta sikap dan perilaku warga negara dalam menjalankan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

Pembahasan ini memperluas pemahaman peserta bahwa tantangan kebangsaan tidak hanya berkaitan dengan pertahanan secara fisik, tetapi juga mencakup kemampuan menghadapi perang informasi dan ancaman terhadap pola pikir masyarakat. Dalam konteks tersebut, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, memperkuat kesadaran kebangsaan, dan bersikap bertanggung jawab di ruang digital.

Keikutsertaan mahasiswa Psikologi Universitas Bina Bangsa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI), melalui perwakilannya Jundi Ilman Rahman, menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai hubungan antara teknologi, perilaku manusia, dan ketahanan bangsa. Hal ini juga memiliki relevansi dengan bidang psikologi, khususnya dalam memahami bagaimana informasi dapat memengaruhi persepsi, emosi, sikap, serta proses pengambilan keputusan seseorang.

Melalui partisipasi ini, mahasiswa Universitas Bina Bangsa, termasuk HIMAPSI, diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kepedulian terhadap isu-isu kebangsaan, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial di masyarakat.

Partisipasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu berpikir kritis, menyaring informasi secara bijak, serta mengambil peran dalam menjaga persatuan dan ketahanan bangsa.