SERANG – Turnamen futsal Camel Cup 2026 The Real Liga Rimba yang digelar di Lapangan Cakar, Desa Melati, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, menjadi ajang olahraga sekaligus hiburan bagi masyarakat. Kompetisi yang berlangsung setiap Sabtu dan Minggu ini diikuti 16 tim dari sejumlah kota dan kabupaten.
Pada Sabtu (17/10/2026), turnamen tersebut mendapat perhatian dari masyarakat yang datang untuk menyaksikan pertandingan. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat untuk meningkatkan penjualan selama turnamen berlangsung.
Wakil pemuda, Khairul Anam, mengatakan bahwa Camel Cup 2026 tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana hiburan, mempererat silaturahmi, serta memberikan kesempatan kepada para pencinta futsal untuk menyalurkan bakat dan kemampuan mereka.
“Kompetisi ini bermaksud untuk hiburan dan ajang silaturahmi. Kami ingin para peminat futsal bisa mengekspresikan diri serta menyalurkan bakat dan kemampuannya,” ujar Khairul Anam.
Ia berharap turnamen tersebut mampu menggairahkan perkembangan olahraga futsal di Kecamatan Waringinkurung dan wilayah sekitarnya.
Khairul juga berharap pemerintah desa dan pihak Kecamatan Waringinkurung dapat memberikan dukungan, baik berupa pendanaan maupun bentuk dukungan lainnya, agar penyelenggaraan turnamen pada tahun mendatang bisa berlangsung lebih meriah.
“Kami berharap kegiatan tahun ini berjalan dengan baik, aman, dan damai. Mudah-mudahan pada tahun mendatang Camel Cup bisa lebih meriah dengan dukungan dari berbagai pihak,” katanya.
Jadi Hiburan bagi Masyarakat
Antusiasme terhadap turnamen tersebut juga dirasakan oleh warga yang datang menyaksikan pertandingan.
Salah seorang penonton, Deucih Umroh, mengaku senang dengan adanya kegiatan olahraga di lingkungan tempat tinggalnya.
Menurut dia, pertandingan futsal memberikan pilihan hiburan bagi masyarakat, khususnya pada sore hari saat akhir pekan.
“Saya sangat bahagia dengan adanya acara futsal ini. Kami bisa terhibur dan memiliki kegiatan untuk ditonton pada sore hari,” ungkap Deucih Umroh.
Kehadiran penonton menjadi bagian penting dalam membangun suasana kompetisi. Selain menyemarakkan pertandingan, kegiatan tersebut juga mempertemukan warga dalam suasana kebersamaan.
UMKM Lokal Ikut Merasakan Manfaat
Dampak positif turnamen juga dirasakan para pelaku UMKM di Kampung Cakar, Desa Melati.
Yati Ambarwati, perwakilan pelaku UMKM setempat, mengaku bersyukur karena dagangannya mengalami peningkatan penjualan selama kegiatan berlangsung.
Ia menilai keramaian penonton dan peserta menjadi peluang bagi pedagang kecil untuk memperoleh penghasilan tambahan.
“Saya sangat bahagia karena dagangan cukup laris dan bisa mendapatkan keuntungan. Mudah-mudahan dengan adanya turnamen ini, kami sebagai pedagang dan pelaku UMKM bisa terus merasakan manfaatnya,” kata Yati.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan olahraga di tingkat lokal berpotensi memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dan penonton dapat membuka peluang usaha, terutama bagi pedagang makanan dan minuman di sekitar lapangan.
Persaingan Tim Berlangsung Sengit
Camel Cup 2026 diikuti 16 tim dari sejumlah kota dan kabupaten. Salah satu pertandingan yang menjadi perhatian adalah pertemuan Persikap melawan GPK FC Kaweni.
Dalam pertandingan tersebut, GPK FC Kaweni berhasil meraih kemenangan dengan skor 7-2 atas Persikap.
Hasil pertandingan ini menambah semarak kompetisi yang diharapkan tidak hanya melahirkan tim berprestasi, tetapi juga memperkuat persaudaraan antarpemain dan masyarakat pecinta futsal.
Melalui Camel Cup 2026, pemuda dan masyarakat Desa Melati diharapkan dapat terus membangun kegiatan positif yang menggabungkan olahraga, hiburan, silaturahmi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Dukungan pemerintah desa, kecamatan, masyarakat, serta pihak terkait menjadi salah satu faktor penting agar turnamen serupa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga Waringinkurung dan sekitarnya.

