CILEGON, iNewsBanten - Aktivis Barisan Rakyat untuk Transparansi (Brantas) Kota Cilegon, Deni Fajar Rizki menyoroti fenomena urbanisasi setelah mudik Lebaran 2025 dari kampung halaman. Ia menilai, dengan melihat jumlah penduduk kota Cilegon saat ini jika ditambah lagi diduga akan susah mengurusnya.
"Maksudnya tertib, penduduk kota Cilegon pada tahun 2024 saat ini mencapai 476.867 jiwa. Lebih dari itu diduga susah juga ngurusnya," kata Deni Fajar Rizki kepada wartawan.
Lanjut Deni Fajar Rizki, mempersilakan para pendatang mencari penghidupan di kota Cilegon. Kendati demikian, dia menekankan perlu adanya identitas penduduk dan tempat tinggal yang jelas, khususnya untuk terkait Yustitusi juga.
"Data-data kependudukan harus ada. Kemudian wajib lapor kepada RT/RW pada saat datang tapi kalau mau datang ya silakan saja datang ke kota Cilegon, tapi ya itu tadi ada jaminan tempat tinggal, apalagi Kota Cilegon ini terkenal sebagai kota industri," katanya.
Selain itu, Plt. Sekdis Pol PP kota Cilegon, R Ahmed atau mengatakatan masyarakat pendatang baru terkait tertib administrasi kependudukan dan apakah diperlukan operasi yustisi atau tidak. Namun, dia
ishaa allah akan kami koordinasikan terlebih dahulu dengan Dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) kota Cilegon.
"Hal tersebut Dinas Satpol PP kota Cilegon akan koordinasi dahulu dengan Disdukcapil, pasca 8 April 2025 ya," ujar singkat ketika dikonfirmasi awak media iNews Banten pada Rabu (2/4/2025).
No comments:
Post a Comment