Wali Kota Cilegon Tinjau Banjir Kranggot, Fokus Penanganan TPT dan Evaluasi Aliran Air Kiriman - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Wali Kota Cilegon Tinjau Banjir Kranggot, Fokus Penanganan TPT dan Evaluasi Aliran Air Kiriman

Monday, 12 January 2026
CILEGON – Wali Kota Cilegon Robinsar meninjau langsung lokasi genangan air di wilayah Kranggot, Kota Cilegon, Minggu (11/12/2026). Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kepala Dinas terkait, Kepala Bidang, Camat, Lurah, serta unsur RT dan RW setempat.

Robinsar menjelaskan, genangan yang terjadi di Kranggot disebabkan oleh volume air kiriman yang berlebih dari wilayah hulu, salah satunya dari arah Brebes. Kondisi tersebut membuat daya tampung saluran air tidak mampu menahan debit yang datang secara bersamaan.

“Ya, memang kondisi air kiriman di wilayah Kranggot ini berlebih. Dari wilayah atas tadi kita lihat memang perlu adanya peningkatan TPT (Tembok Penahan Tanah),” ujar Robinsar di lokasi.

Menurutnya, untuk jangka pendek, Pemkot Cilegon akan fokus pada peningkatan TPT, sementara opsi pelebaran kali masih akan dikaji lebih lanjut.

“Untuk sementara yang potensi pelebaran kali ke depan akan kita koreksi dulu agar bisa menampung air lebih banyak. Penanganan sekarang yang paling penting memastikan tidak ada sampah yang menghambat aliran,” jelasnya.

Robinsar juga menegaskan bahwa saat ini belum dilakukan penyedotan air, karena genangan terjadi akibat lambatnya aliran air atau antrean debit air.

“Kalau airnya sudah turun, biasanya genangan juga ikut turun. Tapi kalau nanti ada titik yang lama surutnya, baru kita bantu. Harapannya kita terus evaluasi apa penyebab dan potensi banjir atau genangan ke depannya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat buang  mengapresiasi kunjungan Wali Kota Cilegon beserta jajaran ke wilayahnya. Ia berharap rencana penanganan tidak sampai berdampak pada permukiman warga.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pak Wali. Untuk TPT rencananya akan ditambah sekitar 60 sentimeter sepanjang kurang lebih 500 meter,” ungkapnya.

Namun, ia menolak jika solusi yang diambil adalah pelebaran kali karena akan berdampak langsung pada warga.

“Kalau sampai pelebaran kali, ada sekitar 20 KK atau kurang lebih 180 jiwa yang terdampak. Itu dilema besar. Kalau dibongkar, warga mau ditaruh di mana? Mudah-mudahan cukup dengan penambahan TPT saja, kasihan warga di sini, RT 04 semua penduduk lama, bukan pendatang ( Pribumi), ” tegasnya.

Pemkot Cilegon memastikan akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan aliran sungai dari hulu hingga hilir guna meminimalisir risiko banjir dan genangan di wilayah Kranggot ke depan.