Haji Nikmatullah Desak Kabid LH Cilegon Cabut Pernyataan dan Turun Langsung ke Lokasi Tambang - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Haji Nikmatullah Desak Kabid LH Cilegon Cabut Pernyataan dan Turun Langsung ke Lokasi Tambang

Thursday, 8 January 2026

CILEGON – Haji Nikmatullah dengan tegas menyampaikan kekecewaannya terhadap pernyataan Andi, selaku Kepala Bidang (Kabid) Lingkungan Hidup Kota Cilegon, yang menyebutkan bahwa rumah Haji Nikmatullah berada jauh dari lokasi galian tambang. Pernyataan tersebut disampaikan Haji Nikmatullah kepada wartawan Wilip Online, yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Kami meminta agar pernyataan Pak Andi itu dicabut. Saya sangat kecewa, karena mengatakan rumah saya jauh dari lokasi tambang, padahal faktanya samping saya rumah satu jengkal dari rumah kediaman saya,” tegas Haji Nikmatullah.

Ia juga menyuarakan secara lantang agar Kabid LH Kota Cilegon tidak hanya memberikan pernyataan dari balik meja, melainkan turun langsung ke lokasi tambang untuk melihat kondisi yang sebenarnya.

“Jangan duduk enak saja di kursi empuk. Turun ke lapangan biar tahu kondisi yang dialami masyarakat. Kami menunggu kehadiran beliau. Apa tidak kasihan dengan masyarakat?” ujarnya
dengan nada geram.

Haji Nikmatullah menjelaskan bahwa aktivitas tambang batu tersebut berada sangat dekat dengan rumahnya. Suara alat berat, khususnya breaker pemecah batu, terdengar sangat keras dan dirasakannya setiap hari pada saat penambangan itu. Dampak dari aktivitas tersebut, menurutnya, di duga  menyebabkan kerusakan pada rumahnya.

“Suara breaker itu sangat kencang dan merusak batu bagian bawah  di duga rembesan air warna coklat merembes di teras rumah dari pondasi rumah walaupun tidak hujan air terus mengalir dari rumah tersebut dan merebes ke sumur bor berwarna coklat " ungkapnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa proses pemecahan batu dilakukan hingga kedalaman yang cukup dalam. Setelah batu diambil, lubang tersebut ditimbun kembali menggunakan tanah merah , lalu ditutup dengan batu atasnya setelah itu turun hujan di duga air merembes lewat selah selah batu dari bagian bawah merembes keteras depan  rumah dari pondasinya dan merembes ke sumur bornya 
Seperti rujak cingur airnya

“Air sumur bor saya sekarang jadi keruh dan berwarna coklat seperti rujak cingur. Selain itu, pondasi rumah saya rembes, air mengalir dari sela-sela batu pondasi walaupun tidak hujan ,” jelas Haji Nikmatullah.

Atas kondisi tersebut, Haji Nikmatullah berharap pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, khususnya Kabid terkait, segera mengambil langkah nyata dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambang dan mendengarkan keluhan warga yang terdampak secara langsung.