PANDEGLANG - WartaGlobal.Id - Semangat meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam terus digaungkan. Sebanyak 60 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP se-Kota Cilegon mengikuti pelatihan dan praktik langsung manasik haji di DM Manasik Center Pandeglang dalam kegiatan Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan yang digelar MGMP PAI SMP Kota Cilegon, Acara berlangsung bertempat di DM Manasik Center Pandeglang pada hari Sabtu 9 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias itu dipimpin langsung Ketua MGMP PAI SMP Kota Cilegon, Hanafi, bersama para pengawas PAI SMP.
“Alhamdulillah hari ini keluarga besar MGMP PAI SMP bersama Bapak Ibu Pengawas mengadakan kegiatan pengembangan kompetensi berkelanjutan, khususnya kompetensi di bidang ilmu fikih yaitu manasik haji, dan berjalan dengan lancar,” ujar Hanafi.
Menurutnya, sebanyak 60 peserta hadir dalam pelatihan tersebut, termasuk para pengawas pendidikan agama Islam. Kegiatan ini bukan sekadar teori, tetapi memberikan pengalaman praktik langsung tentang tata cara ibadah haji dan umrah.
“Tujuan kegiatan hari ini adalah memberikan pengalaman baru dan materi praktik langsung terkait alur pelaksanaan ibadah haji,” tambahnya.
Hanafi berharap setelah mengikuti pelatihan tersebut, para guru mampu menyampaikan materi manasik haji dan umrah secara lebih maksimal kepada para siswa di sekolah masing-masing.
“Kami berharap para dewan guru bisa memberikan materi terbaik kepada peserta didik tentang manasik haji atau umrah sehingga siswa lebih mudah memahami karena gurunya sudah dibekali praktik langsung,” katanya.
Sementara itu, Pengawas PAI SMP Kota Cilegon, H. Ahmad Syukri menegaskan bahwa pelatihan manasik haji bagi guru PAI SMP merupakan program prioritas.
“Guru-guru PAI SMP harus memiliki pengalaman langsung tentang manasik haji dan umrah di bimbing Ust Ace dari DM Manasik Center Pandeglang
Syukur kalau sudah pernah berhaji, tapi bagi yang belum, ini sangat penting karena Kegiatan manasik di Pandeglang sekaligus menandai berakhirnya kegiatan MGMP PAI SMP semester 2 tahun pelajaran 2025/2026 ada kompetensi memahami manasik haji dan umrah,” jelasnya.
Ia menekankan, pembelajaran agama tidak boleh berhenti pada teori di dalam kelas. Para guru harus mampu membimbing siswa melakukan praktik langsung agar pemahaman mereka lebih mendalam.
“Bukan hanya teori di kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Kami selaku pengawas akan terus mendampingi sampai siswa benar-benar memahami sebagaimana yang diatur dalam fikih ibadah haji dan umrah,” tegas Ahmad Syukri.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ke depan program manasik haji akan semakin disemarakkan di seluruh SMP se-Kota Cilegon yang jumlahnya mencapai 53 sekolah.
“Insyaallah nanti pelatihan manasik haji untuk para siswa akan kita semarakkan di SMP-SMP se-Kota Cilegon,” pungkasnya.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi karena dinilai menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas pendidikan agama Islam berbasis praktik, sekaligus membentuk generasi muda yang memahami ibadah secara utuh, bukan sekadar hafalan teori.

