CILEGON – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Cilegon terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Salah satunya melalui pelaksanaan seminar anti narkoba yang digelar di sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama di wilayah Kecamatan Jombang.
Kepala Bidang Kesbangpol Kota Cilegon, Faishal Amin, mengatakan kegiatan yang berlangsung sejak Senin hingga Rabu (10/6/2026) tersebut merupakan agenda tahunan dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap 26 Juni.
"Setiap tahun kami melaksanakan seminar anti narkoba bagi pelajar SD dan SMP. Pertama dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional, kedua sebagai perwujudan komitmen Cilegon Bersih dari Narkoba, dan ketiga sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan narkoba secara komprehensif di wilayahnya," ujar Faishal.
Selain memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba, Kesbangpol bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) juga melaksanakan tes urine terhadap para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Faishal, hasil tes urine dari tiga sekolah yang menjadi sasaran kegiatan menunjukkan hasil menggembirakan. Tidak ditemukan satu pun siswa yang terindikasi menggunakan narkoba.
"Alhamdulillah dari tiga sekolah yang kami lakukan tes urine tidak ada indikasi ke arah positif. Semuanya negatif," katanya.
Adapun tiga sekolah yang menjadi lokasi kegiatan yakni SD Al Islah, SD Negeri 4 Cilegon, dan SMP Negeri 1 Cilegon. Seluruh sekolah tersebut berada di wilayah Kecamatan Jombang.
Faishal menjelaskan, Kecamatan Jombang dipilih sebagai lokasi prioritas karena berdasarkan data BNN termasuk wilayah yang masuk kategori red zone atau zona merah penyalahgunaan narkoba.
"Kenapa kita lakukan di Kecamatan Jombang, karena berdasarkan data BNN wilayah ini masuk red zone sehingga perlu dilakukan intervensi maksimal. Intervensinya berupa sosialisasi, edukasi, hingga langkah-langkah pencegahan lainnya," ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Menurutnya, sekolah merasa terbantu dengan kehadiran pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya narkoba sejak dini.
Lebih lanjut, Faishal menyebut Kota Cilegon selama ini telah menjalankan berbagai program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), mulai dari program Sekolah Bersih Narkoba, Kelurahan Bersih Narkoba hingga Kecamatan Bersih Narkoba.
Meski demikian, pihaknya terus melakukan inovasi agar edukasi narkoba dapat lebih efektif menjangkau kalangan pelajar. Pada tahun 2026, Kesbangpol menyiapkan terobosan berupa program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba.
"Kami melihat jika hanya mengandalkan sosialisasi yang sifatnya sesekali datang ke sekolah tentu belum maksimal. Karena itu perlu ada muatan edukasi anti narkoba yang masuk ke dalam kurikulum pembelajaran sehingga menjadi bagian dari kegiatan belajar mengajar setiap hari," jelasnya.
Dengan adanya integrasi kurikulum tersebut, materi tentang bahaya narkoba diharapkan dapat dipahami secara lebih mendalam dan berkelanjutan oleh para siswa.
Terkait pengawasan terhadap aparatur pemerintah,
Faishal mengungkapkan bahwa tes urine dan kegiatan serupa telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, tidak hanya kepada pejabat pemerintah daerah tetapi juga anggota legislatif.
Namun, pada tahun 2026 pihaknya memprioritaskan kalangan pelajar mengingat keterbatasan alat tes urine yang tersedia serta tingginya kerentanan generasi muda terhadap penyalahgunaan narkoba.
"Karena keterbatasan alat urine, tahun ini kami lebih menyisir kalangan pelajar. Generasi Z merupakan kelompok yang rentan terhadap bahaya narkoba sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus," katanya.
Faishal menegaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut didukung melalui kerja sama antara Kesbangpol Kota Cilegon dan BNN. Dukungan BNN terutama diberikan dalam penyediaan alat tes urine yang digunakan selama kegiatan berlangsung.
"Pendanaan kegiatan hanya untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan kegiatan siswa. Untuk alat urine kami menggandeng BNN agar dapat memberikan dukungan fasilitas. Karena itu kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BNN dan Kesbangpol Kota Cilegon," pungkasnya.

