Bangun Kepemimpinan Buruh Berbasis Pancasila, Ketua SKKM Ikuti SESPIM I dan Rapimnas ASPEK Indonesia - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Bangun Kepemimpinan Buruh Berbasis Pancasila, Ketua SKKM Ikuti SESPIM I dan Rapimnas ASPEK Indonesia

Monday, 27 July 2026


Warta Global Banten | Bogor – Ketua Serikat Karyawan Krakatau Medika (SKKM), Hengky Suryo W, mengikuti Sekolah Kepemimpinan (SESPIM I) yang diselenggarakan oleh Konfederasi ASPEK Indonesia pada 24–25 Juli 2026 di Kota Bogor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Konfederasi ASPEK Indonesia sebagai forum konsolidasi organisasi dan penyusunan arah strategis gerakan buruh nasional.

Mengusung tema "Menata Ulang Indonesia Mewujudkan Negara Kesejahteraan", SESPIM I menghadirkan akademisi, praktisi, dan tokoh nasional yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari Lingua Franca Gerakan Buruh, Politik Ekonomi Pancasila, Ekonomi Berdaulat, Hubungan Industrial Transformatif, Rekonstruksi Gerakan Buruh, hingga penyusunan peta jalan gerakan buruh menuju negara kesejahteraan.

Salah satu materi utama yang mendapat perhatian adalah Lingua Franca Gerakan Buruh, yaitu pentingnya membangun kesamaan paradigma, nilai, dan bahasa perjuangan agar seluruh kader memiliki visi dan arah yang sama. Konsep ini menekankan bahwa perjuangan buruh harus disampaikan secara konstitusional, ilmiah, berintegritas, mengedepankan dialog, serta berorientasi pada solusi.

Ketua SKKM Hengky Suryo W menyampaikan bahwa pelatihan kepemimpinan tersebut memberikan perspektif baru mengenai peran strategis serikat pekerja di era perubahan dunia kerja.

"Gerakan buruh ke depan tidak cukup hanya memperjuangkan hak normatif pekerja. Kita harus menjadi organisasi yang memiliki kapasitas kepemimpinan, mampu berdialog dengan seluruh pemangku kepentingan, serta menghadirkan solusi untuk menciptakan hubungan industrial yang adil, produktif, harmonis, dan berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Hengky, materi yang disampaikan para narasumber memperkuat pemahaman bahwa serikat pekerja harus terus meningkatkan kualitas kaderisasi, kompetensi kepemimpinan, dan kemampuan advokasi berbasis data agar mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan nasional.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Konfederasi ASPEK Indonesia, yang menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat sinergi organisasi, menyusun program kerja, serta merumuskan strategi perjuangan gerakan buruh dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan dan dinamika ekonomi nasional.

Melalui keikutsertaan dalam SESPIM I dan Rapimnas, SKKM menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan organisasi, memperkuat solidaritas pekerja, dan berkontribusi dalam mewujudkan hubungan industrial yang berkeadilan serta cita-cita negara kesejahteraan sebagaimana diamanatkan oleh Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.