
Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 100 dari Universitas Bina Bangsa menginisiasi program edukasi bertajuk "Pojok Bahasa" yang mengajarkan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, sekaligus membimbing anak-anak dalam belajar tajwid dan menghafal doa-doa pendek sehari-hari. Kegiatan ini digelar di Desa Ranca Gede sebagai salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat setempat, sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat.
Program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari **Sabtu dan Minggu sore**, dimulai pukul **15.30 WIB** (selepas waktu Ashar) hingga pukul **17.00 WIB**. Dengan frekuensi dua kali dalam sepekan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ruang belajar yang konsisten dan berkelanjutan bagi anak-anak di desa tersebut, tanpa mengganggu jam sekolah maupun waktu mengaji mereka di hari-hari biasa.
Ketua/koordinator kegiatan menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya sarana belajar bahasa asing dan pendidikan Al-Qur'an yang menarik bagi anak-anak di Desa Ranca Gede. Selama ini, akses anak-anak terhadap pembelajaran bahasa asing terbilang terbatas, sementara kemampuan membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang baik juga masih perlu terus dibina. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, mahasiswa KKN berupaya menumbuhkan minat belajar anak-anak sejak dini agar kelak dapat bersaing di tingkat yang lebih luas tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.
"Kami melihat anak-anak di sini sebenarnya sangat antusias belajar, hanya saja belum banyak wadah yang bisa memfasilitasi mereka belajar bahasa asing sambil tetap memperkuat bacaan Al-Qur'an. Dari situ kami berinisiatif membuat Pojok Bahasa ini," ujar salah satu mahasiswa KKN Kelompok 100.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama difokuskan pada pengenalan kosakata dasar dan percakapan sederhana dalam Bahasa Inggris, seperti perkenalan diri, nama-nama benda di sekitar, serta ungkapan sehari-hari. Sesi berikutnya beralih ke pengenalan kosakata Bahasa Arab dasar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan istilah-istilah dalam ibadah.
Selain dua bahasa asing tersebut, mahasiswa KKN juga membimbing anak-anak memahami hukum-hukum bacaan tajwid, mulai dari pengenalan makharijul huruf, hukum nun mati dan tanwin, hingga cara membaca Al-Qur'an dengan tartil dan sesuai kaidah. Anak-anak diajak membaca secara bergiliran sambil dikoreksi langsung oleh para mahasiswa pendamping agar bacaan mereka semakin baik dan benar.
Tak hanya itu, program ini juga menitikberatkan pada penghafalan doa-doa pendek yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum tidur, doa keluar dan masuk rumah, doa untuk kedua orang tua, serta doa-doa harian lainnya. Metode yang digunakan berupa pengulangan bersama (talaqqi), permainan tebak doa, serta kuis kecil di akhir sesi untuk mengukur sejauh mana hafalan anak-anak bertambah setiap pertemuannya.
Antusiasme anak-anak Desa Ranca Gede terlihat sejak awal program ini digulirkan. Mereka tampak bersemangat mengikuti setiap sesi belajar yang dikemas dengan suasana santai namun tetap edukatif. Tak sedikit dari mereka yang datang lebih awal sebelum kegiatan dimulai, menandakan tingginya minat dan rasa ingin tahu anak-anak terhadap materi yang diajarkan.
Salah satu wali murid yang anaknya mengikuti kegiatan ini mengaku senang dengan adanya program Pojok Bahasa tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan warna baru dalam kegiatan belajar anak-anak di desa, khususnya di sore hari yang biasanya diisi dengan bermain tanpa arahan yang jelas.
Para mahasiswa KKN berharap, melalui program ini, anak-anak Desa Ranca Gede tidak hanya mendapatkan bekal kemampuan berbahasa asing, tetapi juga semakin mencintai Al-Qur'an dan terbiasa mengamalkan doa-doa harian dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini rencananya akan terus berlangsung selama masa KKN berjalan, dengan harapan dapat menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan meski program KKN telah usai, misalnya dengan melibatkan remaja atau tokoh masyarakat setempat untuk melanjutkan kegiatan serupa.
Kegiatan "Pojok Bahasa" ini merupakan bagian dari program kerja KKN Kelompok 100 Universitas Bina Bangsa yang bertujuan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di bidang bahasa asing dan pendidikan agama, bagi generasi muda di Desa Ranca Gede. Program ini juga diharapkan mempererat hubungan silaturahmi antara mahasiswa dan warga desa selama masa pengabdian berlangsung.

