Kelompok 89 KKM UNIBA Dampingi UMKM Ibu Eti Tingkatkan Daya Saing Melalui Inovasi Produk dan Digitalisasi Pemasaran - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Kelompok 89 KKM UNIBA Dampingi UMKM Ibu Eti Tingkatkan Daya Saing Melalui Inovasi Produk dan Digitalisasi Pemasaran

Thursday, 6 August 2026
LEBAK – Kelompok 89 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) melaksanakan program Inovasi Pengembangan Produk dan Digitalisasi Pemasaran UMKM Ibu Eti sebagai bagian dari program kerja Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif. Pendampingan dilaksanakan pada minggu kedua hingga ketiga pelaksanaan KKM di rumah produksi Ibu Eti, Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.

Ibu Eti merupakan pelaku UMKM yang telah menggeluti usaha pembuatan jajanan pasar, seperti kue dapros dan kue cincin, selama lebih dari 15 tahun. Berdasarkan informasi yang disampaikan, usahanya telah memiliki legalitas berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal. Namun, pemasaran produk masih dilakukan secara sederhana melalui pelanggan sekitar dan aplikasi WhatsApp.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 89 melakukan pendampingan yang berfokus pada peningkatan daya saing usaha melalui inovasi produk, penguatan identitas merek, serta digitalisasi pemasaran.

Koordinator Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif Kelompok 89 KKM Universitas Bina Bangsa, Siti Fitria Sulistiawati, mengatakan bahwa pendampingan ini bertujuan membantu UMKM lokal agar mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

"Produk Ibu Eti memiliki kualitas yang baik dan telah memiliki legalitas usaha. Kami melihat tantangan terbesar bukan lagi pada proses produksinya, melainkan bagaimana produk ini dapat dikenal oleh pasar yang lebih luas. Karena itu, kami melakukan pendampingan mulai dari branding, inovasi kemasan, hingga digitalisasi pemasaran agar usaha ini semakin berkembang," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kelompok 89 terlebih dahulu mempelajari proses pembuatan kue dapros dan kue cincin yang kemudian didokumentasikan dalam bentuk video sebagai media promosi digital melalui YouTube. Selain itu, tim KKM membuat akun Shopee sebagai sarana pemasaran daring dan mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh pelanggan dari luar daerah.

Tidak hanya memperluas pemasaran, mahasiswa juga melakukan inovasi pada tampilan produk. Kemasan kue dapros diperbarui menggunakan kemasan zip lock yang lebih mampu menjaga kualitas produk agar tetap renyah. Tim KKM juga merancang logo baru serta menyediakan stempel merek beserta tinta cadangan sebagai identitas kemasan.

Menurut tim KKM Kelompok 89, penggunaan stempel dipilih karena lebih praktis dan mudah digunakan dibandingkan stiker yang harus dicetak ulang apabila habis.
" Kami memilih menggunakan stempel dibandingkan stiker karena lebih mudah digunakan oleh Ibu Eti. Apabila tinta habis, cukup membeli tinta isi ulang yang mudah diperoleh di pasaran. Cara ini lebih sederhana dan tidak mengharuskan beliau mencetak ulang stiker yang memerlukan perangkat serta kemampuan desain," ujarnya. 

Ibu Eti dibantu anaknya mengaku pendampingan yang diberikan membuka wawasan baru mengenai pentingnya inovasi produk dan pemasaran digital bagi perkembangan usahanya.

Melalui program ini, Kelompok 89 KKM Universitas Bina Bangsa berharap UMKM lokal mampu meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan teknologi digital, inovasi produk, dan penguatan identitas merek. Pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal agar usaha yang telah dirintis selama bertahun-tahun dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan berkembang secara berkelanjutan.