
SERANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 01 Desa Gelam Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar rangkaian edukasi Stop Bullying di sejumlah sekolah di Kelurahan Gelam, Kota Serang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN Gelam 3, SDN Gelam 4, dan SMPN 23 Kota Serang.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai berbagai bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Edukasi pertama dilaksanakan di SDN Gelam 3 pada Senin, 20 Juli 2026. Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai perundungan fisik, verbal, dan sosial melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan di SDN Gelam 4 pada Selasa, 21 Juli 2026. Selain membahas perundungan secara langsung, siswa juga diberikan pemahaman mengenai cyberbullying dan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak.
Mahasiswa mengajak para siswa untuk tidak menjadi pelaku, tidak mendukung tindakan perundungan, serta berani melaporkan kejadian kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dapat dipercaya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan melalui Sosialisasi Anti-Bullying di SMPN 23 Kota Serang pada Kamis, 30 Juli 2026. Sosialisasi tersebut menghadirkan Dr. Retno Ryani Kusumawati, S.Pd., M.M. sebagai narasumber dan turut dihadiri oleh Bdn. Maesaroh, S.ST., M.Kes. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Kehadiran kedua tokoh tersebut memberikan penguatan kepada para siswa mengenai pentingnya mengenali berbagai bentuk perundungan, memahami dampaknya, serta membangun keberanian untuk mengambil sikap ketika menemukan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan di ketiga sekolah mendapatkan dukungan dari Kepala SDN Gelam 3 Hasnawiyah, S.Pd., Kepala SDN Gelam 4 Rini Ratna Ningsih, S.Pd.I., serta Kepala SMPN 23 Kota Serang Yayah Juariah, M.Pd., beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan.
Ketua KKM Kelompok 01 Desa Gelam UNIBA, Erna Rahmawati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya mencegah perundungan sejak dini.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para siswa untuk saling menghargai, berani menolak perundungan, dan tidak membiarkan temannya menghadapi tindakan tersebut seorang diri," ujar Erna Rahmawati.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak sekolah yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
"Dukungan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan antusiasme para siswa menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan edukasi ini," tambahnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 01 Desa Gelam UNIBA berharap nilai empati, kepedulian, toleransi, dan sikap saling menghormati dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga sekolah menjadi tempat yang aman bagi seluruh peserta didik.

