
LEBAK – Dalam upaya mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi, Kelompok 89 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyelenggarakan Sosialisasi Pengolahan Limbah Sekam Padi Menjadi Produk Bernilai Guna (Arang Briket) pada Jumat (31/7/2026) di Kantor Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah sekam padi menjadi arang briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai jual. Sosialisasi dihadiri oleh perwakilan warga Desa Panancangan, para petani, serta unsur RT dan RW yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai potensi pemanfaatan limbah sekam padi. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman bahwa sekam padi yang selama ini sering dianggap sebagai limbah pertanian ternyata dapat diolah menjadi arang briket yang memiliki manfaat sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner. Selain membahas proses produksi, peserta juga memperoleh edukasi mengenai strategi pemasaran, pengemasan produk, serta peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing di pasaran.
Tidak hanya berhenti pada penyampaian teori, mahasiswa KKM Kelompok 89 juga mengajak peserta mengikuti praktik langsung pembuatan arang briket. Masyarakat diajak menyaksikan sekaligus terlibat dalam setiap tahapan proses, mulai dari pengolahan sekam padi menjadi arang, pencampuran bahan perekat, proses pencetakan, hingga tahap akhir sebelum arang briket dijemur. Pendekatan praktik ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki pengalaman langsung yang dapat diterapkan secara mandiri.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar teknik pembuatan, kualitas produk, hingga peluang pemasaran. Antusiasme masyarakat semakin terlihat ketika hasil arang briket yang telah dibuat berhasil dicetak dengan baik. Bahkan, salah seorang warga menyampaikan ketertarikannya untuk membawa pulang hasil arang briket tersebut guna diuji coba sebagai bahan bakar di rumah.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 89 KKM Universitas Bina Bangsa berharap masyarakat Desa Panancangan dapat melihat limbah sekam padi dari sudut pandang yang berbeda, bukan lagi sebagai sisa hasil pertanian yang tidak bernilai, melainkan sebagai sumber daya yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah pertanian. Inovasi sederhana ini diharapkan dapat menjadi langkah awal lahirnya peluang usaha baru berbasis potensi desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Dengan menggabungkan edukasi, praktik, dan pemberdayaan ekonomi, Kelompok 89 KKM Universitas Bina Bangsa berupaya menghadirkan solusi inovatif yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki Desa Panancangan.

