
Melalui program Go Marketplace,
mahasiswa KKM memberikan
pendampingan mulai dari
pengambilan foto produk,
penyusunan deskripsi produk yang
menarik, hingga membantu proses
pembuatan akun dan pengunggahan
produk ke marketplace. Selain itu,
pelaku UMKM juga diberikan
pemahaman mengenai pentingnya
pemasaran digital sebagai upaya
meningkatkan daya saing usaha.
Ketua Kelompok KKM 23 Desa Pelawad, Doddy Azwir, mengatakan bahwa digitalisasi
menjadi salah satu langkah penting agar UMKM desa mampu berkembang di tengah
persaingan pasar saat ini.

"Produk UMKM Desa Pelawad memiliki kualitas dan keunikan yang baik. Melalui program
Go Marketplace, kami ingin membantu pelaku usaha agar produknya tidak hanya dikenal di
lingkungan sekitar, tetapi juga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas melalui
pemasaran digital," ujarnya.
Para pelaku UMKM menyambut baik program tersebut karena dinilai memberikan peluang
baru untuk meningkatkan penjualan. Mereka berharap pendampingan yang dilakukan
mahasiswa KKM dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan usaha berbasis digital.
Melalui program ini, KKM Kelompok 23 Universitas Bina Bangsa berharap UMKM Desa
Pelawad semakin siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan memanfaatkan
marketplace, produk-produk lokal seperti tas daur ulang dan aneka keripik diharapkan mampu
memiliki nilai tambah, memperluas pasar, serta meningkatkan perekonomian masyarakat Desa
Pelawad.

