Revitalisasi SMP Negeri 1 Mancak Disorot Tajam, Semen Diduga di Bawah Standar, Anggaran Rp1,3 Miliar Terancam Sia-sia - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Revitalisasi SMP Negeri 1 Mancak Disorot Tajam, Semen Diduga di Bawah Standar, Anggaran Rp1,3 Miliar Terancam Sia-sia

Sunday, 18 October 2026
 
SERANG, Mancsk — Proyek revitalisasi SMP Negeri 1 Mancak, Kabupaten Serang, yang menelan anggaran sebesar Rp1.396.046.000 dari APBN Tahun 2026, memicu kekhawatiran serius. Aktivis antikorupsi, Ade Bauk, mengangkat dugaan ketidakberesan yang dapat mengancam kualitas bangunan sekolah tersebut, Sabtu (17/10/2026).
 
Meski semen yang digunakan berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI), Ade menilai kualitasnya berada jauh di bawah standar yang seharusnya.
"Di lokasi kami temukan indikasi penggunaan semen dengan kualitas terendah. Padahal nilainya ratusan juta rupiah dari uang rakyat," ungkapnya.
 
Selin itu, kata dia. Kelemahan pengawasan di lapangan disebut menjadi akar masalah ini. Tanpa pengawasan yang ketat, spesifikasi teknis mudah diabaikan dan diganti dengan material yang lebih murah namun berkualitas rendah.
 
"Akibat minimnya pengawasan, material pun asal dipakai. Semen yang digunakan diduga kualitas terendah. Ini bukan sekadar tidak sesuai rencana, tapi membahayakan keawetan bangunan untuk anak-anak kita," tegas Ade Bauk.
 
Ia berencana mengirimkan laporan resmi ke Kementerian terkait, aparat penegak hukum, hingga Kejaksaan Agung dan Presiden. Langkah ini diambil agar pelaksana proyek bertanggung jawab dan tidak membiarkan anggaran negara terbuang sia-sia.
 
"Kami akan bersurat agar proyek program Bapak Presiden ini tidak dikerjakan asal-asalan. Rakyat berharap fasilitas pendidikan yang layak, bukan bangunan yang cepat rusak," tambahnya.
 
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mancak menghindar saat dimintai keterangan. Pihak pelaksana dari P2SP juga belum merespons upaya konfirmasi. Ketiadaan klarifikasi ini semakin memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
 
Warga dan pemangku kepentingan kini menanti pemeriksaan mendalam. Jika dugaan ini terbukti, bukan hanya soal kerugian negara, melainkan juga masa depan pendidikan yang terancam oleh bangunan yang kurang layak.(*/red).