Serang, — Dalam momentum milad ke-17 Himpunan Mahasiswa Waringinkurung (HIMAWAR), Ketua HIMAWAR, Jalaludin Al-Afghani, menegaskan komitmen organisasinya untuk lebih berani dan tegas dalam mengedepankan kepentingan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Kantor Kecamatan Waringinkurung, Sabtu (04/04/2026).
Jalaludin menyampaikan bahwa di usia ke-17 ini, HIMAWAR akan mengambil langkah-langkah konkret yang lebih progresif dalam mengawal berbagai persoalan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa HIMAWAR ke depan akan “lebih berani dan lebih ganas” dalam memperjuangkan hak-hak warga Waringinkurung.
“Kita ingin memastikan bahwa kepentingan masyarakat tidak lagi terabaikan, terutama dalam menghadapi para pengusaha tambang, perumahan, hingga usaha penginapan seperti kontrakan dan hotel,” ujarnya.
Ia secara khusus menyoroti aktivitas pertambangan yang dinilai masih meresahkan warga. Jalaludin meminta agar aktivitas pengangkutan pasir dilakukan hanya pada siang hari.
“Kepada pengusaha tambang, tolong aktivitasnya dilakukan di siang hari saja. Kami masih melihat adanya truk pengangkut pasir yang beroperasi hingga malam hari, dan ini sangat mengganggu masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyinggung pengelolaan sampah di kawasan perumahan. Menurutnya, potensi ekonomi dari pengelolaan sampah seharusnya dapat melibatkan masyarakat lokal.
“Kepada pihak perumahan, tolong perhatikan pengelolaan sampah. Di situ ada nilai ekonomi. Libatkan masyarakat Waringinkurung sebagai pengelola sampah berbayar, jangan sampai justru pihak luar yang mengambil peran tersebut,” tambahnya.
Tak hanya itu, Jalaludin juga mengingatkan para pelaku usaha penginapan agar menjaga norma sosial di lingkungan Waringinkurung.
“Kepada pengusaha penginapan seperti kontrakan dan hotel, kami minta jangan sampai mencoreng lingkungan dengan praktik-praktik yang tidak sesuai norma, seperti pasangan tanpa status perkawinan yang jelas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan kritik kepada anggota DPRD Kabupaten Serang dari daerah pemilihan 5, khususnya yang berasal dari Waringinkurung. Ia berharap para wakil rakyat dapat memberikan teladan yang baik dan benar-benar memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.
“Kami berharap anggota dewan dari Waringinkurung bisa menjadi contoh yang baik. Jangan hanya mementingkan pendukungnya atau partainya saja, tapi benar-benar hadir untuk seluruh masyarakat,” ujarnya.
Jalaludin juga mengingatkan agar Waringinkurung tidak dijadikan ajang kepentingan politik oleh pihak luar setiap musim pemilihan.
“Jangan sampai Waringinkurung hanya jadi pasar politik bagi mereka yang punya modal besar dari daerah lain,” pungkasnya.
Milad ke-17 HIMAWAR ini menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah gerakan organisasi mahasiswa tersebut untuk semakin aktif dalam mengawal isu-isu sosial, ekonomi, dan moral di tengah masyarakat Waringinkurung.

