PANDEGLANG, WartaGlobalBanten – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kelompok 72 melalui Bidang Kesehatan menggelar psikoedukasi tentang pengenalan dan pengelolaan emosi bagi siswa kelas VI SDN 2 Palurahan, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang diarahkan untuk memperkenalkan pentingnya literasi emosi dan kesehatan mental kepada anak sejak usia sekolah dasar.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa KKM tidak hanya memberikan materi secara teoritis, tetapi juga menggunakan pendekatan interaktif agar siswa lebih mudah memahami berbagai kondisi emosional yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan berbagai macam emosi, fungsi emosi dalam kehidupan, cara mengenali perasaan diri sendiri, hingga langkah-langkah sederhana dalam mengendalikan respons ketika menghadapi situasi tertentu.
Mahasiswa juga mengajak para siswa berdiskusi mengenai pengalaman yang pernah mereka alami, seperti ketika merasa marah, sedih, takut, kecewa maupun cemas. Pendekatan tersebut dilakukan agar siswa memahami bahwa merasakan berbagai emosi merupakan hal yang wajar, namun setiap emosi perlu disikapi dan diekspresikan dengan cara yang tepat.
Ajarkan Teknik Pernapasan untuk Mengelola Emosi
Selain penyampaian materi, peserta mendapatkan praktik sederhana berupa breathing exercise atau latihan pernapasan. Teknik tersebut diperkenalkan sebagai salah satu cara yang dapat digunakan anak ketika menghadapi kondisi emosional yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Mahasiswa KKM memandu siswa untuk menarik dan mengembuskan napas secara perlahan. Praktik tersebut dilakukan agar siswa memiliki pengalaman langsung mengenai cara sederhana untuk membantu menenangkan diri sebelum mengambil tindakan atau memberikan respons terhadap suatu masalah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film animasi Inside Out 1 menggunakan dubbing bahasa Indonesia. Film tersebut dipilih sebagai media edukasi karena menghadirkan karakter-karakter yang merepresentasikan berbagai emosi sehingga lebih dekat dengan dunia anak.
Usai pemutaran film, mahasiswa mengajak siswa melakukan refleksi dan diskusi. Para siswa diminta mengidentifikasi emosi yang muncul dalam cerita serta menghubungkannya dengan pengalaman mereka di rumah maupun lingkungan sekolah.
Diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami bahwa emosi seperti bahagia, sedih, marah, takut, dan perasaan lainnya memiliki fungsi masing-masing. Dengan pemahaman tersebut, anak diharapkan tidak terbiasa memendam emosi maupun melampiaskannya secara negatif.
Siswa Antusias Mengikuti Kegiatan
Antusiasme siswa terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, menceritakan pengalaman, mengikuti latihan pernapasan, hingga terlibat dalam diskusi setelah film selesai ditayangkan.
Metode pembelajaran yang menggabungkan edukasi, praktik, dan media film membuat proses penyampaian materi berlangsung lebih komunikatif. Siswa juga mendapatkan ruang untuk belajar mengenai emosi melalui situasi yang dekat dengan kehidupan mereka.
Mahasiswa KKM Kelompok 72 UNIBA berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman awal kepada siswa mengenai pentingnya kesehatan mental dan kemampuan mengelola emosi.
Melalui program tersebut, mahasiswa juga mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang tidak hanya memperhatikan aspek akademik, tetapi turut memberikan perhatian terhadap perkembangan sosial dan emosional anak.
Psikoedukasi literasi emosi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKM UNIBA dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental sejak usia sekolah dasar.
Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai emosi, siswa diharapkan mampu mengenali perasaannya, mengomunikasikan apa yang dirasakan, serta memilih cara yang lebih positif ketika menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.


