Mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 22 Gelar Edukasi Pembuatan Kerajinan Tangan dari Kawat Bulu di Desa Kaserangan - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 22 Gelar Edukasi Pembuatan Kerajinan Tangan dari Kawat Bulu di Desa Kaserangan

Saturday, 8 August 2026

Kabupaten Serang, 6 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kelompok 22 menyelenggarakan kegiatan “Edukasi Pembuatan Kerajinan Tangan dari Kawat Bulu” di Kantor Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Desa Kaserangan, Edi Sayung, S.H., beserta jajaran perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta anak-anak sekolah dasar.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus meningkatkan kreativitas masyarakat melalui pemanfaatan bahan sederhana menjadi kerajinan tangan yang menarik dan bernilai guna. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam memberikan keterampilan yang dapat diterapkan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, Mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 22 memberikan penjelasan mengenai alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan tangan dari kawat bulu. Peserta kemudian diberikan contoh secara langsung mengenai tahapan pembuatannya, mulai dari membentuk, melilit, hingga menyusun kawat bulu menjadi berbagai bentuk kerajinan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta secara langsung dalam proses pembuatan. Ibu-ibu PKK mengikuti kegiatan dengan antusias, sementara anak-anak sekolah dasar turut berpartisipasi dan mencoba membuat kerajinan sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Ketua KKM UNIBA Kelompok 22, Nasyril Fathani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa bahan sederhana seperti kawat bulu dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan yang menarik. Selain itu, kegiatan ini juga dapat melatih kreativitas, ketelitian, dan kesabaran, khususnya bagi anak-anak,” ujar Nasyril Fathani.

Menurutnya, kegiatan kerajinan tangan dapat menjadi salah satu aktivitas edukatif yang menyenangkan bagi anak-anak. Dengan terlibat langsung dalam proses pembuatan, anak-anak dapat belajar berkreasi, mengembangkan imajinasi, serta meningkatkan keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru.

Kepala Desa Kaserangan, Edi Sayung, S.H., mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 22. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan keterampilan baru bagi masyarakat, khususnya bagi ibu-ibu PKK dan anak-anak.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 22. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman baru dan dapat meningkatkan kreativitas masyarakat. Kami berharap kegiatan edukatif dan kreatif seperti ini dapat memberikan manfaat serta terus dikembangkan di lingkungan Desa Kaserangan,” tutur Edi Sayung, S.H.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKM juga memberikan pendampingan kepada peserta dalam membuat kerajinan tangan. Pendampingan dilakukan agar peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik dan mampu menghasilkan kerajinan sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung. Anak-anak sekolah dasar tampak bersemangat mengikuti arahan mahasiswa, sedangkan ibu-ibu PKK turut aktif dalam mencoba berbagai bentuk kerajinan dari kawat bulu.

Kegiatan tersebut juga menjadi wadah interaksi antara Mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 22 dengan masyarakat Desa Kaserangan. Kehadiran perangkat desa, ibu-ibu PKK, dan anak-anak sekolah dasar menciptakan suasana kegiatan yang edukatif, kreatif, dan penuh kebersamaan.

Melalui kegiatan “Edukasi Pembuatan Kerajinan Tangan dari Kawat Bulu”, Mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 22 berharap masyarakat dapat memperoleh keterampilan baru sekaligus meningkatkan kreativitas dalam memanfaatkan bahan sederhana. Bagi anak-anak, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman positif dalam mengembangkan imajinasi, keterampilan, dan kemampuan berkreasi sejak dini.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian Mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 22 kepada masyarakat melalui bidang pendidikan dan kreativitas. Sinergi antara mahasiswa, Pemerintah Desa Kaserangan, ibu-ibu PKK, dan anak-anak sekolah dasar diharapkan dapat terus terjalin dalam menghadirkan berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.