
Desa Bojongcae, 14 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa 87 Universitas Bina Bangsa melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kantor Desa Bojongcae, Kecamatan Cibadak pada tanggal 14 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan DBD sekaligus mendorong penerapan pengendalian jentik nyamuk secara langsung di lingkungan tempat tinggal. Hal ini didorong oleh adanya keluhan yang signifikan oleh masyarakat terkait melonjaknya jumlah sampah di desa. Selain itu, musim kemarau dan naiknya suhu di daerah tropis, mengakibatkan bertambahnya perkembangbiakkan nyamuk secara massif. Keresahan warga yang dikeluhkan kemudian didiskusikan, lalu mahasiswa KKM memutuskan untuk memberikan edukasi dan implementasi nyata yang didampingi oleh pemateri yang sudah expert di bidangnya.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengolahan sampah rumah tangga menggunakan media presentasi. Peserta diberikan pemahaman umum melalui video yang sudah dipersiapkan kemudian dijelaskan tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) salah satunya adalah dengan memilah jenis sampah sebelum dibuang ke TPA. Sampah dipilah dan dibedakan menjadi 4 jenis yaitu organik, anorganik, B3 dan residu. Karena sampah yang lonjakannya paling tinggi adalah sampah pengolahan rumah tangga maka pemateri secara signifikan membahas tentang definisi sampah organic, cara pengolahan sampah organic dan bagaimana cara membuat alat komposter sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat di tempat tinggal masing-masing.
Setelah penyampaian materi tentang sampah organic disampaikan, masyarakat diperkenalkan dengan penyakit DBD, nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus sebagai nyamuk penular, serta karakteristik dan waktu aktivitas nyamuk tersebut. Materi kedua juga membahas siklus perkembangan jentik hingga menjadi nyamuk dewasa, fase-fase DBD, serta tanda dan gejala yang perlu diperhatikan oleh masyarakat.
Selain mengenali DBD dan nyamuk penularnya, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dari lingkungan rumah. Salah satu upaya yang diperkenalkan adalah penerapan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan pemateri mengenai permasalahan yang berkaitan dengan DBD dan pengendalian jentik di lingkungan sekitar. Sesi ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengklarifikasi informasi yang diperoleh selama penyuluhan serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Tidak berhenti pada pemberian edukasi, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi langsung melalui pembagian bubuk abate dan ikan kecil pemakan jentik kepada masyarakat. Pemateri memberikan arahan mengenai penggunaan dan takaran bubuk abate yang tepat, sehingga masyarakat dapat menggunakannya sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Masyarakat juga diberikan penjelasan mengenai pemanfaatan ikan pemakan jentik sebagai salah satu alternatif dalam membantu mengendalikan keberadaan jentik pada tempat penampungan air.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih nyata karena masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai pencegahan DBD, tetapi juga mendapatkan sarana yang dapat langsung dimanfaatkan. Dengan adanya pembagian abate dan ikan pemakan jentik, peserta diharapkan mampu melanjutkan tindakan pengendalian jentik secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Melalui rangkaian penyuluhan, diskusi, dan aksi langsung tersebut, keberhasilan kegiatan tidak hanya dilihat dari terlaksananya penyampaian materi, tetapi juga dari pemahaman peserta terhadap cara mencegah DBD dan kemampuan menerapkan informasi yang telah diberikan. Masyarakat diharapkan dapat membiasakan pemeriksaan serta pengelolaan tempat penampungan air secara rutin sebagai bagian dari upaya memutus siklus perkembangbiakan nyamuk. Melalui kegiatan ini, KKM 87 berharap edukasi mengenai DBD dapat terus diterapkan oleh masyarakat secara mandiri dan menjadi bagian dari kebiasaan menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.

