Badan Geologi Ungkap Munculnya Dua Pulau Baru di Sekitar Anak Krakatau, Status Turun Jadi Waspada - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Badan Geologi Ungkap Munculnya Dua Pulau Baru di Sekitar Anak Krakatau, Status Turun Jadi Waspada

Thursday, 24 September 2026
Gambar Ilustrasi 
Warta Global Banten |  Serang - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan kemunculan dua pulau baru di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Fenomena tersebut terdeteksi setelah erupsi menerus yang terjadi pada awal September 2026.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam Laporan Khusus Nomor http://1638.Lap/GL.03/BGL/2026 tanggal 24 September 2026 menjelaskan, dua pulau baru itu muncul di sektor barat laut dan tenggara tubuh Anak Krakatau.

"Terlihat penampakan pulau baru di sektor barat laut sekitar 760 meter dari pesisir tubuh Anak Krakatau sisi barat laut dan sektor tenggara sekitar 495 meter dari pesisir sisi tenggara," tulis laporan tersebut.


Jika ditarik garis lurus, kedua pulau baru tersebut membentuk kelurusan berarah barat laut–tenggara, dengan kawah Anak Krakatau berada di antaranya. Kemunculan itu juga terkonfirmasi melalui citra satelit Sentinel tanggal 23 September 2026.

Badan Geologi menyebut fenomena ini berkaitan dengan erupsi menerus yang terjadi pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB selama 25 jam. Erupsi tipe Strombolian itu menghasilkan aliran lava ke arah barat laut, barat, dan barat daya, sehingga memperluas tubuh gunung hingga 32,8 hektare berdasarkan analisis citra Sentinel 15 September 2026.

Anak Krakatau sendiri sebelumnya berstatus Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. Setelah penurunan gejala aktivitas pasca-erupsi menerus, statusnya diturunkan menjadi Level II (Waspada) pada 21 September 2026 pukul 18.30 WIB.


Meski telah teridentifikasi sebagai pulau baru, Badan Geologi menegaskan masih diperlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan apakah kedua daratan itu merupakan pusat erupsi baru.

"Apakah kedua pulau tersebut merupakan pusat erupsi baru atau bukan, masih memerlukan data terbaru, analisis serta kajian lebih lanjut," tulisnya.

Terkait hal itu, Badan Geologi mengeluarkan enam rekomendasi. Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki radius 2 km dari pusat erupsi Anak Krakatau dan radius 1 km dari dua pulau baru tersebut.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta potensi erupsi sekunder akibat kontak lava panas dengan air laut.

Badan Geologi juga mengimbau warga di pesisir Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu tsunami akibat erupsi Anak Krakatau.

"Masyarakat harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," demikian isi rekomendasi.

Informasi perkembangan aktivitas Anak Krakatau dapat dipantau melalui Magma Indonesia dan media sosial resmi Badan Geologi.