Porsadin VII Kota Cilegon Digelar, 200 Lebih Santri Diniyah Unjuk Bakat Seni dan Olahraga - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Porsadin VII Kota Cilegon Digelar, 200 Lebih Santri Diniyah Unjuk Bakat Seni dan Olahraga

Sunday, 18 October 2026

CILEGON, - Wartaglobal .Id Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VII tingkat Kota Cilegon menjadi ajang bagi para santri madrasah diniyah untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta kemampuan di bidang seni dan olahraga. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi kompetisi Porsadin tingkat Provinsi Banten yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Lebak pada 1 November 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Yayasan Al-Khairiyah Ciwedus tersebut berlangsung pada Minggu (18/10/2026), dengan melibatkan lebih dari 200 peserta dari madrasah diniyah takmiliyah (MDTA) yang berasal dari delapan kecamatan di Kota Cilegon.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Yayasan Al-Khairiyah Ciwedus yang telah memfasilitasi pelaksanaan Porsadin VII tingkat Kota Cilegon.

Ia juga mengapresiasi seluruh panitia Porsadin Kota Cilegon dan panitia dari Yayasan Al-Khairiyah Ciwedus yang telah bekerja keras untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bekerja maksimal demi terselenggaranya Porsadin VII tingkat Kota Cilegon. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT,” ujarnya.

Ia mengakui pelaksanaan kegiatan tersebut masih memiliki kekurangan. Karena itu, pihaknya berharap penyelenggaraan Porsadin di Kota Cilegon pada masa mendatang dapat berjalan lebih baik.

Ketua Pelaksana juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta dan berharap para juara dapat terus meningkatkan kemampuan mereka. Khusus bagi peraih juara pertama, ia berpesan agar mempersiapkan diri untuk mewakili Kota Cilegon pada Porsadin tingkat Provinsi Banten di Kabupaten Lebak pada 1 November 2026.

Sementara itu, Ritaudi, S.Pd.I., mengatakan Porsadin tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan minat, kreativitas, serta mengembangkan bakat para santri di bidang seni dan olahraga.

“Inti dari kegiatan ini adalah menumbuhkan minat seni dan olahraga di kalangan santri diniyah, sekaligus mengembangkan kreativitas dan bakat mereka. Kegiatan ini berjenjang hingga tingkat nasional,” kata Ritaudi.

Menurut dia, Kota Cilegon memiliki pengalaman positif dalam kompetisi Porsadin tingkat Provinsi Banten. Ia menyebut Kota Cilegon telah tiga kali meraih gelar juara umum tingkat provinsi.
“Insyaallah, tahun ini kami akan berusaha kembali untuk meraih juara umum yang keempat kalinya,” ujarnya.

Dalam Porsadin VII tingkat Kota Cilegon, sejumlah cabang olahraga dipertandingkan, meliputi tenis meja, bulu tangkis, dan lari sprint. Adapun cabang seni mencakup kaligrafi, tahfiz Al-Qur’an, tilawatil Qur’an, serta lomba pidato dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia.

Melalui berbagai cabang tersebut, para santri diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga memiliki ruang untuk menunjukkan potensi dan prestasi di luar kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Dorong Perhatian Pemerintah terhadap Madrasah Diniyah
Lebih jauh, Ritaudi berharap penyelenggaraan Porsadin dapat meningkatkan perhatian pemerintah terhadap keberadaan madrasah diniyah takmiliyah, baik di tingkat Kota Cilegon maupun Provinsi Banten.

Menurut dia, lembaga pendidikan diniyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mengembangkan kemampuan santri. Namun, perhatian terhadap lembaga, tenaga pendidik, dan para santri dinilai masih perlu terus ditingkatkan.
Ia berharap kegiatan seperti Porsadin dapat membuka ruang bagi pemerintah untuk melihat secara lebih nyata potensi dan kontribusi pendidikan diniyah dalam masyarakat.

“Kami berharap MDTA semakin diakui oleh pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Cilegon dan umumnya Pemerintah Provinsi Banten. Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan perhatian kepada santri diniyah, para guru, serta lembaga pendidikannya semakin meningkat,” tuturnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Porsadin VII tingkat Kota Cilegon didanai secara mandiri melalui sumbangan warga diniyah dan madrasah-madrasah yang ada di Kota Cilegon.

Dukungan tersebut menjadi bukti keterlibatan masyarakat pendidikan diniyah dalam mempertahankan dan mengembangkan kegiatan yang memberikan ruang bagi santri untuk berprestasi.

Porsadin VII diharapkan tidak berhenti sebagai agenda perlombaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat eksistensi madrasah diniyah, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong lahirnya santri-santri berprestasi yang mampu membawa nama baik Kota Cilegon di tingkat provinsi hingga nasional.