Ketua Bandrong Kota Cilegon sekaligus sesepuh Kecamatan Pulomerak, Mustasim Adiyaksa, mengungkapkan bahwa kawasan tersebut tidak hanya menawarkan panorama pantai, tetapi juga memiliki cerita sejarah yang berkembang di masyarakat.
Menurutnya, di sekitar lokasi terdapat petilasan yang diyakini berkaitan dengan tokoh legenda Nusantara.
“Di sini ada petilasan Ciumwanara yang konon pernah ‘mupus’ di wilayah Pulomerak Besar. Selain itu juga ada satu petilasan lain yang sering disebut masyarakat, termasuk kisah tentang Ki Jampang,” ujar Mustasim saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, kisah-kisah tersebut selama ini berkembang sebagai cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.
“Namanya petilasan itu kan bagian dari cerita rakyat. Bisa saja benar, bisa juga tidak. Kita juga tidak bisa langsung menghakimi. Tapi biasanya di balik cerita rakyat itu ada jejak sejarah yang tersimpan,” katanya.
Viral di Media Sosial, Pengunjung Membludak Mustasim menuturkan lonjakan pengunjung mulai terasa sejak momentum Hari Raya Idul Fitri. Pada hari pertama hingga akhir pekan setelah lebaran, kawasan wisata tersebut dipadati wisatawan.
“Pengunjung membeludak sejak hari raya pertama, terutama hari Jumat dan Sabtu. Setelah itu biasanya ramai lagi dari Jumat siang sampai Sabtu dan Minggu,” ujarnya.
Para wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Merak, tetapi juga dari berbagai daerah di Banten hingga luar daerah.
“Ada yang dari Rangkasbitung, Ciruas, Pandeglang, bahkan Bogor. Banyak yang tahu tempat ini dari TikTok dan media sosial,” katanya.
Dirintis Secara Mandiri Mustasim menyebut pembangunan dan pengembangan kawasan wisata Jeti Mendaksa Seberang Merak sudah dirintis sekitar satu tahun terakhir. Prosesnya dilakukan secara bertahap dengan dukungan masyarakat.
“Ini dirintis sekitar setahun lebih. Prosesnya tidak mudah karena butuh anggaran, bahkan sebagian menggunakan dana pribadi. Tapi Alhamdulillah sekarang mulai dikenal masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan wisata tersebut kini turut menggerakkan perekonomian warga sekitar.
“Di sini sudah bisa menyerap sekitar 80 tenaga kerja. Banyak juga UMKM masyarakat yang ikut berjualan dan mendapatkan manfaat,” ujarnya.
Harapan untuk Pemerintah
Mustasim berharap Pemerintah Kota Cilegon maupun Pemerintah Provinsi Banten dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan wisata baru di wilayah Pulomerak.
“Harapannya sederhana saja, pemerintah minimal datang melihat langsung. Karena tempat ini sudah membantu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga optimistis sektor pariwisata di Pulomerak akan terus berkembang. Selain Jeti Mendaksa Seberang, wilayah ini juga memiliki potensi wisata lain seperti Pantai Mabak di Kelurahan Mekarsari.
“Semoga ke depan pariwisata di Merak semakin maju dan bisa menjadi salah satu destinasi unggulan di Kota Cilegon,” Pungkasnya.

