
*SERANG* — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 40 Universitas Bina Bangsa menghadirkan inovasi digital melalui *SI-PETA (Sistem Informasi Peta Desa Sindangsari)* sebagai upaya mendukung tata kelola pemerintahan desa, pelayanan publik, dan pemanfaatan teknologi di Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan *Bidang 5: Tata Kelola Pemerintahan Desa/Kelurahan, Pelayanan Publik dan Inovasi Teknologi* KKM 40 Universitas Bina Bangsa. SI-PETA dikembangkan sebagai media informasi berbasis website yang memudahkan masyarakat dalam mengetahui berbagai lokasi dan fasilitas yang terdapat di wilayah Desa Sindangsari.
Melalui SI-PETA, masyarakat dapat mencari dan memperoleh informasi mengenai berbagai lokasi, mulai dari *Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), posyandu, masjid, sekolah, lapangan, pemakaman, hingga fasilitas umum lainnya* yang berada di wilayah desa.
Setiap lokasi dilengkapi dengan *ikon atau penanda berdasarkan kategorinya* , sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengenali jenis lokasi serta menemukan tempat yang ingin dituju. Sistem tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu media yang membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai wilayah Desa Sindangsari secara lebih praktis.
*Bagi mahasiswa dari Bidang 5: Tata Kelola Pemerintahan Desa/Kelurahan, Pelayanan Publik dan Inovasi Teknologi, SI-PETA dikembangkan sebagai salah satu bentuk pemanfaatan teknologi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi mengenai berbagai potensi dan fasilitas yang terdapat di Desa Sindangsari.* Program ini sekaligus diharapkan dapat membantu Pemerintah Desa dalam mengelola dan menyajikan informasi desa secara lebih mudah dan terstruktur.
*Tak Hanya Digital, SI-PETA Hadir dalam Bentuk Peta Fisik*
Tidak hanya dikembangkan dalam bentuk website, mahasiswa KKM 40 juga merealisasikan SI-PETA dalam bentuk *peta fisik Desa Sindangsari* yang dicetak dalam ukuran besar dan dipasang di Kantor Desa Sindangsari.
Peta tersebut menampilkan wilayah Desa Sindangsari beserta berbagai lokasi yang telah dipetakan oleh mahasiswa. Berbagai fasilitas dan lokasi penting ditandai menggunakan simbol yang berbeda sehingga dapat memberikan gambaran mengenai persebaran fasilitas di wilayah desa.
Keberadaan peta fisik ini diharapkan dapat menjadi media informasi yang dapat diakses secara langsung oleh masyarakat maupun perangkat desa yang datang ke Kantor Desa Sindangsari.
*Diresmikan Bersama Pemerintah Desa*
Sebagai bagian dari penyelesaian program, SI-PETA dan peta fisik Desa Sindangsari diresmikan pada *Jumat, 7 Agustus 2026* , di Kantor Desa Sindangsari.
Kegiatan peresmian ditandai dengan *pemotongan pita* yang dilakukan bersama *Sekretaris Desa Sindangsari, Bapak Endan* , Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM 40 *Bapak Ahmad Mubarok, M.Pd.* , serta mahasiswa KKM 40.
Kepala Desa Sindangsari yang berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Desa. Setelah prosesi pemotongan pita, kegiatan dilanjutkan dengan *penandatanganan sebagai bagian dari dokumentasi dan serah terima program* , serta cap jari seluruh anggota KKM 40 sebagai bentuk keterlibatan dalam pelaksanaan program SI-PETA.
Peresmian tersebut menjadi penanda bahwa hasil program telah diperkenalkan kepada Pemerintah Desa Sindangsari dan dapat dimanfaatkan sebagai media informasi bagi masyarakat.
*Dibekali Pelatihan agar SI-PETA Tetap Berlanjut*
Selain membuat dan meresmikan SI-PETA, mahasiswa KKM 40 juga memberikan *pelatihan pengelolaan website kepada perangkat Desa Sindangsari* . Pelatihan ini dilakukan sebagai upaya memastikan sistem dapat terus digunakan dan dikembangkan setelah masa pelaksanaan KKM berakhir.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memberikan pendampingan secara langsung kepada *Ibu Syifa* , yang ditunjuk sebagai admin SI-PETA dari pihak Pemerintah Desa Sindangsari.
Materi pelatihan mencakup cara *menambahkan lokasi baru, memasukkan informasi lokasi, mengedit data, serta memperbarui informasi yang terdapat dalam website* . Setiap tahapan dijelaskan secara langsung agar admin desa dapat mengelola sistem secara mandiri.
Penunjukan admin dari pihak desa menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program. Dengan adanya pengelola yang telah mendapatkan pelatihan, informasi dalam SI-PETA dapat terus diperbarui sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan Desa Sindangsari.
Kehadiran SI-PETA menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKM 40 Universitas Bina Bangsa dalam mendukung *tata kelola pemerintahan desa, peningkatan pelayanan informasi publik, serta pemanfaatan teknologi digital* di tingkat desa.
Melalui inovasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh informasi mengenai berbagai potensi, fasilitas, dan lokasi penting yang terdapat di Desa Sindangsari. Di sisi lain, Pemerintah Desa Sindangsari memiliki media informasi digital yang dapat terus dikembangkan dan dikelola secara berkelanjutan.

