Dosen Akuntansi UNIBA dan KKM 20 Dampingi Pengrajin Gerabah Bumijaya Hitung HPP - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Dosen Akuntansi UNIBA dan KKM 20 Dampingi Pengrajin Gerabah Bumijaya Hitung HPP

Saturday, 15 August 2026
Bumijaya, Ciruas – Pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain mampu menghasilkan produk yang berkualitas, pelaku UMKM perlu memahami biaya produksi agar dapat menentukan harga jual dan keuntungan secara tepat.
Hal tersebut menjadi perhatian Dina Khairuna Siregar, dosen Program Studi Akuntansi Universitas Bina Bangsa (Uniba), yang memberikan edukasi dan pendampingan kepada Ibu Sumiyati, salah satu pengrajin gerabah di Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas. Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan mahasiswa KKM Kelompok 20 sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan peningkatan kapasitas UMKM masyarakat Desa Bumijaya.
Pendampingan difokuskan pada edukasi mengenai Harga Pokok Produksi (HPP), khususnya bagaimana mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menghitung berbagai biaya yang dikeluarkan dalam proses pembuatan produk gerabah.
Ibu Sumiyati merupakan salah satu pengrajin gerabah yang masih mempertahankan keterampilan produksi berbasis sumber daya dan keterampilan lokal. Usaha gerabah tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat sekaligus bagian dari industri kreatif di Desa Bumijaya.
Namun, dalam menjalankan usahanya, pengrajin masih menghadapi kendala dalam melakukan pencatatan dan perhitungan biaya produksi. Selama ini, penentuan harga jual produk cenderung dilakukan berdasarkan perkiraan biaya dan harga yang berlaku di pasaran. Kondisi tersebut membuat pengrajin belum sepenuhnya mengetahui biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk menghasilkan setiap produk serta keuntungan yang diperoleh.
Melihat kondisi tersebut, Dina Khairuna Siregar memberikan edukasi mengenai pentingnya perhitungan HPP dalam pengelolaan usaha. Menurutnya, pemahaman mengenai HPP sangat penting bagi pelaku UMKM karena dapat menjadi dasar dalam menentukan harga jual yang sesuai dengan biaya produksi dan keuntungan yang diharapkan.
“Pengrajin perlu mengetahui seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produknya. Dengan mengetahui HPP, pengrajin dapat menentukan harga jual secara lebih tepat dan mengetahui apakah harga tersebut sudah memberikan keuntungan yang sesuai,” jelas Dina Khairuna Siregar.
Dalam kegiatan tersebut, pengrajin diajak mengidentifikasi berbagai komponen biaya produksi yang digunakan dalam pembuatan gerabah. Biaya tersebut meliputi bahan baku, tenaga kerja, bahan pembantu, bahan bakar, serta biaya overhead produksi lainnya.
Selanjutnya, biaya-biaya tersebut dikelompokkan menjadi biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead produksi. Penghitungan dilakukan menggunakan contoh dan kondisi produksi yang dihadapi Ibu Sumiyati sehingga materi lebih mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usahanya.
Mahasiswa KKM Kelompok 20 turut berperan dalam proses pendampingan dengan membantu pelaksanaan kegiatan, mendokumentasikan proses edukasi, serta mendampingi pengrajin dalam praktik pencatatan dan perhitungan biaya produksi.