
Padasuka, Baros — Kabupaten Serang — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 46 Universitas Bina Bangsa melaksanakan program kerja Bidang 5, yaitu Bidang Tata Kelola Pemerintahan Desa/Kelurahan, Pelayanan Publik, dan Inovasi Teknologi, berupa pembuatan dan pemasangan plang jalan di lima titik wilayah Desa Padasuka, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, serta penancapan kaca cembung di area blindspot yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.
Program ini digagas untuk menjawab dua persoalan yang selama ini dirasakan langsung oleh warga dalam kesehariannya. Pertama, minimnya penanda jalan membuat warga kesulitan mengarahkan tamu, kurir, maupun petugas layanan yang hendak berkunjung ke wilayah RW tertentu. Kedua, adanya satu titik tikungan di Kampung Cikokosan yang selama ini rawan kecelakaan karena minimnya jarak pandang bagi pengendara.
Plang Jalan yang Memudahkan Warga Sehari-hari
Sebelum pembuatan dan pemasangan dilakukan, mahasiswa KKM Kelompok 46 lebih dulu melakukan survei lokasi bersama aparat desa dan tokoh masyarakat untuk memastikan setiap plang benar-benar berdiri di titik yang paling dibutuhkan. Proses pembuatan plang dikerjakan langsung oleh mahasiswa, mulai dari memotong bahan, mengecat, hingga menuliskan penanda wilayah, sebelum akhirnya dipasang di lokasi. Adapun lima titik pemasangan plang jalan tersebut adalah:
1. Plang RW 01, di RT 01 RW 02
2. Plang RW 02, di RT 09 RW 02
3. Plang RW 03, di RT 07 RW 04
4. Plang RW 04, di RT 10 RW 03
5. Plang RW 05, di RT 03 RW 02
Bagi warga, keberadaan plang ini sangat membantu, terutama saat harus menjelaskan alamat rumah kepada kerabat dari luar desa, kurir paket, maupun petugas kesehatan yang berkunjung. Selama ini, penjelasan arah biasanya mengandalkan patokan-patokan tidak resmi seperti pohon besar atau warung tertentu, sehingga kerap membingungkan bagi orang yang belum familiar dengan wilayah tersebut.
Kaca Cembung, Jaga Keselamatan di Tikungan Berbahaya
Selain plang jalan, mahasiswa KKM Kelompok 46 juga menancapkan kaca cembung di RT 09 RW 02, Kampung Cikokosan, tepatnya di tikungan blindspot yang selama ini menjadi kekhawatiran warga sekitar. Minimnya jarak pandang di titik tersebut membuat pengendara dari dua arah kerap tidak menyadari kehadiran satu sama lain, terutama saat pagi hari ketika anak-anak berangkat sekolah atau saat kondisi jalan basah karena hujan.

Dengan adanya kaca cembung, pengendara kini dapat melihat lebih dulu kendaraan dari arah berlawanan sebelum memasuki tikungan, sehingga memiliki waktu lebih untuk memperlambat laju kendaraan dan menghindari potensi kecelakaan yang sebelumnya kerap terjadi di titik tersebut. Warga yang setiap hari melintasi jalur ini merasakan langsung perbedaannya, dari yang sebelumnya harus ekstra waspada dan mengandalkan bunyi klakson, kini dapat melintas dengan lebih tenang berkat bantuan pandangan dari kaca cembung tersebut.
Bantuan Sederhana, Manfaat yang Dirasakan Setiap Hari
Program pembuatan plang jalan dan pemasangan kaca cembung ini menunjukkan bahwa hal-hal kecil, jika tepat sasaran, dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan sehari-hari warga desa. Plang jalan memudahkan warga dalam urusan sehari-hari yang berkaitan dengan alamat dan arah, sementara kaca cembung memberikan rasa aman lebih bagi siapa saja yang melintasi jalur rawan di Kampung Cikokosan.
Bagi mahasiswa KKM Kelompok 46, program ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung tata kelola desa yang lebih tertib serta pelayanan publik yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Program ini juga menjadi wujud kepedulian Universitas Bina Bangsa terhadap pembangunan desa, khususnya dalam aspek infrastruktur dan keselamatan warga yang sering kali luput dari perhatian namun dirasakan setiap hari.
Melalui program kerja ini, KKM Kelompok 46 Universitas Bina Bangsa berharap plang jalan dan kaca cembung yang telah dibuat dan dipasang dapat terus terjaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh warga dalam jangka panjang, sehingga manfaatnya terus dirasakan jauh setelah masa KKM berakhir.

