Mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 40 Dorong Digitalisasi UMKM Desa Sindangsari - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 40 Dorong Digitalisasi UMKM Desa Sindangsari

Tuesday, 11 August 2026
Sindangsari, Serang– Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 40 melaksanakan pendampingan digitalisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk, meningkatkan kemudahan transaksi, serta memudahkan masyarakat menemukan lokasi usaha.

Pendampingan dilakukan kepada empat UMKM yang berada di beberapa wilayah Desa Sindangsari, yaitu Emping Melinjo di RW 02, Buket di RW 03, Apem Putih di RW 04, serta Buket dan Cemilan Kering di RW 04. Bentuk pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha, mulai dari pemasaran melalui media sosial, pembuatan dan pengembangan konten promosi, pembuatan QRIS, hingga pencantuman lokasi usaha pada Google Maps.

Pendampingan UMKM Emping Melinjo

Kegiatan pendampingan diawali dengan silaturahmi mahasiswa KKM ke UMKM Emping Melinjo di RW 02 pada Sabtu, 18 Juli 2026. Selanjutnya, pada 25 Juli 2026, mahasiswa memberikan pendampingan dalam pengembangan pemasaran digital sekaligus membantu pembuatan QRIS dan pencantuman lokasi usaha pada Google Maps.

Dalam pemasaran digital, mahasiswa membantu mengembangkan akun Instagram UMKM dengan membuat konten berupa video promosi produk Emping Melinjo, mengedit foto dan video agar lebih menarik, serta mengunggah berbagai konten produk disertai caption yang informatif dan menarik. Mahasiswa juga membuat video promosi yang selanjutnya direncanakan untuk dipublikasikan melalui akun YouTube KKM Universitas Bina Bangsa.

Setelah proses pembuatan QRIS selesai dan lokasi usaha berhasil tercantum pada Google Maps, mahasiswa kembali mengunjungi UMKM Emping Melinjo pada 4 Agustus 2026 untuk menyerahkan QRIS sekaligus mengonfirmasi bahwa lokasi usaha telah terdaftar di Google Maps.

Pendampingan UMKM Buket di RW 03

Pendampingan berikutnya dilakukan kepada UMKM Buket di RW 03 pada 25 Juli 2026. Berbeda dengan beberapa UMKM lainnya, pemilik usaha tersebut telah memiliki pemasaran digital yang cukup baik melalui media sosial. Namun, pengelolaan konten masih perlu dilakukan secara lebih konsisten.
Oleh karena itu, mahasiswa membantu pada aspek digitalisasi lainnya dengan membuat QRIS dan mencantumkan lokasi UMKM pada Google Maps. Setelah QRIS selesai dibuat dan lokasi usaha berhasil diverifikasi, mahasiswa kembali pada 3 Agustus 2026 untuk menyerahkan QRIS sekaligus mengonfirmasi bahwa lokasi UMKM telah tercantum di Google Maps.

Salah satu pelaku UMKM menyampaikan apresiasinya terhadap pendampingan yang diberikan mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 40. Ia menilai program tersebut memberikan manfaat, terutama dalam membantu pembuatan QRIS dan pencantuman lokasi usaha di Google Maps.

"Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi kegiatan KKM Uniba yang aktif dengan berbagai programnya. Kami juga merasa terbantu, terutama dengan adanya QRIS dan Google Maps karena nantinya akan memudahkan saat berjualan di luar atau mengikuti stand,” ujarnya.

Pendampingan UMKM Apem Putih

Pada 23 Juli 2026, mahasiswa KKM melakukan pendampingan terhadap UMKM Apem Putih di RW 04. Pendampingan dilakukan berdasarkan kebutuhan pemilik usaha yang memilih untuk mendapatkan bantuan dalam pencantuman lokasi usaha pada Google Maps.

Melalui pencantuman tersebut, lokasi UMKM Apem Putih dapat ditemukan dengan lebih mudah melalui pencarian digital. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat maupun calon konsumen yang ingin mengetahui keberadaan usaha tersebut.

Pendampingan UMKM Buket dan Cemilan Kering

Sementara itu, pendampingan terhadap UMKM Buket dan Cemilan Kering di RW 04 dilaksanakan pada 28 Juli 2026. Mahasiswa membantu mencantumkan lokasi usaha pada Google Maps sekaligus memberikan pendampingan dalam pengembangan pemasaran digital.

Pada akun Instagram, mahasiswa membantu mengembangkan tampilan akun melalui pembuatan logo, mengunggah foto-foto produk, serta menyusun caption yang menarik untuk mendukung kegiatan promosi. Mahasiswa juga membantu mengembangkan akun TikTok UMKM agar dapat memanfaatkan fitur keranjang kuning sebagai salah satu sarana untuk mendukung pemasaran produk secara online.

Pada 3 Agustus 2026, mahasiswa kembali mengunjungi UMKM tersebut untuk menyerahkan QRIS yang telah selesai dibuat sekaligus mengonfirmasi bahwa lokasi usaha telah tercantum di Google Maps.

Mendorong UMKM Beradaptasi dengan Teknologi Digital

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pendampingan mahasiswa KKM Kelompok 40 dalam mendukung digitalisasi UMKM di Desa Sindangsari. Program dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha sehingga bentuk bantuan yang diberikan tidak bersifat seragam.

Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu fokus pendampingan untuk membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk kepada masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas. Sementara itu, pencantuman lokasi pada Google Maps ditujukan untuk mempermudah konsumen menemukan tempat usaha, sedangkan QRIS dihadirkan sebagai alternatif pembayaran digital yang lebih praktis.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 40 berharap pelaku UMKM di Desa Sindangsari dapat semakin mengenal dan memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usahanya. Pendampingan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan KKM, tetapi dapat terus dikembangkan oleh pelaku UMKM secara mandiri sehingga mampu mendukung perluasan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk lokal Desa Sindangsari.