Pemberian Makanan Tambahan bagi Ibu Hamil dan Balita di Desa Singarajan Libatkan Mahasiswa KKM kelompok 33 Universitas Bina Bangsa Serang - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Pemberian Makanan Tambahan bagi Ibu Hamil dan Balita di Desa Singarajan Libatkan Mahasiswa KKM kelompok 33 Universitas Bina Bangsa Serang

Monday, 17 August 2026
Serang – Pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu hamil dan anak usia dini menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak. Upaya tersebut turut dilakukan melalui kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, pada Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Desa Singarajan dan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 33 dalam proses pelaksanaan dan pendistribusian makanan tambahan kepada masyarakat sasaran.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bidang Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan, dan Kesehatan Masyarakat KKM 33 Desa Singarajan. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diadakan oleh pihak Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melalui unsur yang hadir dalam kegiatan, Pemerintah Desa Singarajan, kader Posyandu, serta mahasiswa KKM 33. Pemberian makanan tambahan ditujukan secara khusus kepada ibu hamil serta keluarga yang memiliki balita sebagai kelompok sasaran kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pemenuhan asupan gizi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi. Melalui pemberian makanan tambahan, peserta tidak hanya memperoleh makanan yang telah disiapkan, tetapi juga mendapatkan dukungan dalam upaya menjaga asupan gizi ibu dan anak.
Kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta. Ibu hamil dan ibu yang memiliki balita dari wilayah Desa Singarajan melakukan pendataan sebelum mengikuti rangkaian kegiatan. Proses registrasi dilakukan untuk memastikan makanan tambahan dapat diberikan sesuai dengan kelompok sasaran yang telah ditentukan.

Setelah seluruh peserta terdata, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah pihak. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Desa Singarajan, Hj. Ulfah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan pihak Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang hadir dalam kegiatan. Rangkaian sambutan kemudian dilanjutkan oleh kader Posyandu sebagai bagian dari unsur yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan di tingkat masyarakat.

Memasuki agenda utama, makanan tambahan mulai dibagikan kepada peserta berdasarkan klasifikasi penerima. Pembagian dilakukan dengan memperhatikan kelompok sasaran, antara lain balita, batita, dan ibu hamil. Mahasiswa KKM 33 turut membantu proses pelaksanaan dan pendistribusian sehingga kegiatan dapat berlangsung secara tertib dan makanan tambahan dapat diterima oleh masing-masing peserta.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. Mahasiswa tidak hanya membantu dalam proses teknis pendistribusian, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sasaran. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan yang dilaksanakan bersama pemerintah desa dan unsur terkait.

Setelah seluruh makanan tambahan didistribusikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama antara peserta, pemerintah desa, pihak terkait, kader Posyandu, dan mahasiswa KKM 33. Para peserta kemudian membawa makanan tambahan yang telah diberikan untuk dikonsumsi sesuai dengan peruntukannya.

Pemberian makanan tambahan ini diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap pemenuhan asupan gizi ibu hamil dan anak, terutama bagi kelompok yang menjadi sasaran kegiatan. Selain manfaat langsung berupa makanan tambahan, kegiatan tersebut juga memperkuat keterlibatan berbagai pihak dalam memperhatikan kebutuhan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Bagi Desa Singarajan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap masyarakat, khususnya kelompok ibu hamil dan anak usia dini. Sementara bagi mahasiswa KKM 33, keterlibatan dalam pendistribusian PMT memberikan pengalaman dalam mendukung kegiatan kesehatan masyarakat sekaligus mempererat interaksi antara mahasiswa, pemerintah desa, kader Posyandu, dan warga.

Keberlanjutan perhatian terhadap pemenuhan gizi ibu dan anak diharapkan tidak hanya bergantung pada kegiatan pemberian makanan tambahan. Peran keluarga, kader Posyandu, pemerintah desa, serta masyarakat tetap diperlukan untuk menjaga pola konsumsi dan pemenuhan kebutuhan gizi sesuai dengan kebutuhan ibu dan anak. Pendampingan dan pemantauan secara berkelanjutan juga diharapkan dapat terus dilakukan melalui kegiatan pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Melalui kegiatan PMT ini, kolaborasi antara pemerintah, unsur terkait, kader Posyandu, dan mahasiswa KKM diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Singarajan. Ke depan, perhatian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi ibu hamil serta balita diharapkan dapat terus diperkuat sehingga upaya menjaga kesehatan keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara berkelanjutan.