
Serang – Upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan masyarakat membutuhkan respons yang cepat ketika ditemukan kasus maupun laporan masyarakat terkait potensi penularan. Sebagai bagian dari langkah pengendalian di lingkungan warga, Pemerintah Desa Singarajan berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 33 dalam pelaksanaan fogging di wilayah Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, pada Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Bidang Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan, dan Kesehatan Masyarakat. Pelaksanaan fogging dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan dan laporan masyarakat, khususnya ketika terdapat warga yang terdampak DBD. Tindakan tersebut diarahkan pada wilayah tempat ditemukannya kasus serta area di sekitarnya sebagai bagian dari upaya pengendalian populasi nyamuk yang berpotensi menjadi penular penyakit.
Berbeda dengan kegiatan yang dilaksanakan secara rutin, fogging di Desa Singarajan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Ketika terdapat laporan mengenai warga yang terdampak DBD, pemerintah desa dapat melakukan koordinasi untuk menentukan wilayah yang perlu mendapatkan penanganan. Dalam pelaksanaan kali ini, area yang menjadi sasaran berada di sekitar RT 02 dan RT 03 Desa Singarajan.

Kegiatan melibatkan pemerintah desa, tenaga teknis fogging setempat, serta mahasiswa KKM 33 Desa Singarajan. Dari pihak desa, kegiatan didampingi oleh Romli yang bertugas memberikan arahan dan mendampingi proses pelaksanaan di lapangan. Sementara itu, tenaga teknis fogging bertanggung jawab dalam pengoperasian peralatan sesuai dengan prosedur pelaksanaan, sedangkan mahasiswa KKM turut membantu proses kegiatan di wilayah sasaran.
Sebelum pelaksanaan dimulai, seluruh peralatan dan bahan yang diperlukan terlebih dahulu dipersiapkan dan dikumpulkan di Kantor Desa Singarajan. Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan teknis telah tersedia sebelum tim bergerak menuju lokasi. Setelah itu, dilakukan briefing untuk menentukan wilayah yang menjadi sasaran fogging serta memberikan arahan terkait pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Setelah persiapan selesai, tim bergerak menuju wilayah RT 02 dan RT 03. Pelaksanaan fogging dilakukan pada sejumlah titik yang menjadi sasaran, termasuk area jalan, lingkungan sekitar rumah warga, serta lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk. Mahasiswa KKM turut terjun langsung bersama tim dalam mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Pelaksanaan fogging menjadi salah satu bentuk respons terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat yang dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah desa dan unsur masyarakat. Keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pengabdian langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung program kesehatan lingkungan yang telah dilakukan oleh pemerintah desa.
Melalui kegiatan tersebut, area di sekitar RT 02 dan RT 03 mendapatkan tindakan fogging pada sejumlah lingkungan yang telah ditentukan. Pelaksanaan ini diharapkan dapat membantu mengendalikan nyamuk dewasa di wilayah yang menjadi sasaran dan mengurangi potensi penularan DBD.
Meskipun fogging dapat menjadi salah satu tindakan pengendalian ketika terdapat indikasi kasus, pencegahan DBD tetap membutuhkan perhatian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan potensi tempat berkembang biaknya nyamuk. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya dipandang sebagai tindakan ketika terjadi kasus, tetapi juga dapat mendorong kesadaran warga untuk menjaga lingkungan secara mandiri.
Mahasiswa KKM 33 melihat keterlibatan dalam kegiatan ini sebagai kesempatan untuk mendukung pemerintah desa sekaligus memahami secara langsung proses penanganan persoalan kesehatan yang muncul di masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga teknis, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan respons terhadap kebutuhan kesehatan lingkungan dapat dilakukan secara terkoordinasi.
Ke depan, Pemerintah Desa Singarajan diharapkan dapat terus merespons laporan masyarakat terkait potensi penyebaran DBD sesuai dengan kondisi di lapangan. Di sisi lain, masyarakat diharapkan turut berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta segera menyampaikan laporan apabila ditemukan indikasi kasus DBD di lingkungan sekitar.
Melalui kolaborasi tersebut, upaya menjaga kesehatan lingkungan di Desa Singarajan diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Fogging menjadi salah satu bentuk respons ketika dibutuhkan, sementara kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya bersama mencegah penyebaran DBD.

