
MANDALASARI — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 70 Desa Mandalasari, melalui jajaran Bidang 1, menggelar program Bimbingan Belajar (Bimbel) Bahasa Inggris bagi anak-anak di lingkungan Desa Mandalasari. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Minggu di Majelis Ta'lim Nurul Toyyibah, dengan sasaran membekali anak-anak desa dengan bahasa Inggris dasar sejak usia dini.
Bimbel ini menyasar dua materi utama, yakni self introduction dan professions, yang disampaikan menggunakan media pembelajaran visual serta metode permainan agar anak-anak lebih mudah memahami dan berani mempraktikkannya.
Pada materi self introduction, pengajar menggunakan media gambar karakter fiktif bernama Tasya sebagai pengantar sebelum masuk ke poin-poin dasar perkenalan diri dalam bahasa Inggris, seperti name, age, hobby, dan asal tempat tinggal. Anak-anak selanjutnya diminta menuliskan jawabannya sendiri pada lembar identity card, kemudian tampil satu per satu memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris di depan teman-temannya.

Pada materi professions, anak-anak diperkenalkan pada sejumlah kosakata profesi melalui media gambar yang ditampilkan satu per satu, sekaligus mencatat kosakatanya di buku masing-masing. Materi ini kemudian dilanjutkan dengan permainan kelompok: setiap kelompok berisi dua orang ditugaskan mencari dan membacakan deskripsi profesi yang ditempel secara acak di dinding majelis, lalu mencatat jawabannya, dengan batas waktu sepuluh menit menggunakan timer bertema "bom waktu". Kelompok dengan jawaban paling tepat mendapat apresiasi berupa hadiah kecil.
Metode belajar sambil bermain ini dipilih agar anak-anak tidak merasa terbebani, sekaligus secara tidak langsung melatih kemampuan speaking dan writing mereka dalam bahasa Inggris.
Kegiatan yang berlangsung rutin ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat serta diikuti antusias oleh anak-anak Desa Mandalasari. Melalui program ini, KKM 70 Mandalasari berharap dapat menumbuhkan minat anak-anak terhadap bahasa Inggris sejak dini, sekaligus membuka wawasan mereka terhadap dunia yang lebih luas.

