KKM Kelompok 69 UNIBA Kenalkan Kerajinan Ecoprint kepada Warga Desa Pasirawi - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

KKM Kelompok 69 UNIBA Kenalkan Kerajinan Ecoprint kepada Warga Desa Pasirawi

Thursday, 20 August 2026
**PANDEGLANG** — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 69 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyelenggarakan Pelatihan Ecoprint di Posko KKM Kelompok 69 UNIBA, Desa Pasirawi, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 20 peserta yang terdiri atas anak-anak dan ibu-ibu Desa Pasirawi.

Ecoprint merupakan teknik mencetak motif pada kain dengan memanfaatkan bentuk dan pigmen warna alami dari daun, bunga, serta bagian tumbuhan lainnya. Melalui teknik tersebut, pola tumbuhan dapat dipindahkan ke permukaan kain sehingga menghasilkan motif yang unik, alami, dan berbeda pada setiap karya.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan keterampilan masyarakat sekaligus mengenalkan pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta memberikan keterampilan sederhana yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan menjadi produk kerajinan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Kelompok 69 UNIBA terlebih dahulu memperkenalkan alat dan bahan yang digunakan, yaitu totebag polos, daun, palu kayu, dan plastik. Peserta kemudian diarahkan untuk memilih daun dengan bentuk dan tekstur yang sesuai, lalu menyusunnya di atas permukaan totebag berdasarkan pola yang diinginkan.

Daun yang telah disusun kemudian ditutup menggunakan plastik sebelum dipukul secara perlahan dan merata dengan palu kayu. Proses tersebut dilakukan agar bentuk serta warna alami daun dapat berpindah dan membentuk motif pada kain. Setelah proses pencetakan selesai, peserta membuka plastik dan membersihkan sisa daun untuk melihat hasil akhir karya ecoprint yang telah dibuat.

Mahasiswa KKM Kelompok 69 UNIBA berperan aktif dalam memberikan penjelasan, memperagakan tahapan pembuatan, serta mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Pendampingan dilakukan terutama kepada anak-anak agar penggunaan palu kayu tetap aman, sedangkan ibu-ibu memperoleh arahan mengenai penyusunan pola dan kemungkinan pengembangan hasil ecoprint menjadi produk kerajinan.
Para peserta terlihat antusias sejak proses pemilihan daun hingga melihat motif yang terbentuk pada totebag. Anak-anak tampak bersemangat dalam menyusun pola sesuai kreativitas masing-masing, sedangkan para ibu menunjukkan ketertarikan terhadap hasil cetakan alami yang memiliki bentuk dan karakter berbeda. “Kegiatan ini menarik karena bahan yang digunakan sederhana dan mudah ditemukan di sekitar rumah, tetapi hasilnya dapat menjadi kerajinan yang unik,” ujar salah seorang peserta.

Bagi anak-anak, pelatihan ecoprint bermanfaat untuk mengembangkan kreativitas, ketelitian, kemampuan menyusun pola, serta keterampilan motorik. Sementara itu, bagi ibu-ibu, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk menghasilkan produk ramah lingkungan, seperti tas, kain hias, atau kerajinan lainnya yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha bernilai ekonomi.

Melalui Pelatihan Ecoprint ini, mahasiswa KKM Kelompok 69 UNIBA berharap kreativitas masyarakat Desa Pasirawi terus berkembang dan kepedulian terhadap pemanfaatan bahan alami semakin meningkat. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong munculnya produk kerajinan lokal yang ramah lingkungan, kreatif, dan memiliki nilai jual.