Sosialisasi E-KOMPAK, Mahasiswa KKM Ajak Warga Desa Kadulimus Olah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme dan Kompos - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Sosialisasi E-KOMPAK, Mahasiswa KKM Ajak Warga Desa Kadulimus Olah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme dan Kompos

Thursday, 13 August 2026

DESA KADULIMUS, KECAMATAN BANJAR – Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 68 Universitas Bina Bangsa menggelar sosialisasi pengolahan limbah sampah bertajuk E-KOMPAK di Gedung Serba Guna, Kamis 23 Juli 2026. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu rumah tangga setempat sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat.

Dalam paparannya, mahasiswa menjelaskan konsep E-KOMPAK yang merupakan singkatan dari eco enzyme, kompos, dan pakan ternak, tiga produk olahan yang bisa dihasilkan dari sampah organik rumah tangga sehari-hari.

"Sampah dapur yang biasanya cuma dibuang, sebenarnya bisa diolah jadi tiga hal ini sekaligus. Bahannya juga gampang dicari, kayak sisa sayur, kulit buah, sama air cucian beras," ujar salah satu mahasiswa KKM saat memberikan materi.

Mahasiswa turut menyinggung data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2025 yang mencatat 46,49 persen komposisi sampah nasional didominasi sampah organik, dengan rumah tangga sebagai penyumbang terbesar. Sayangnya, kondisi ini belum diimbangi dengan sistem pengelolaan yang memadai di tingkat rumah tangga.

"Rumah tangga itu penghasil sampah organik paling besar, tapi pengelolaannya masih minim. Makanya kami coba ajak ibu-ibu di sini supaya sampah dapur enggak cuma numpuk atau dibakar," kata mahasiswa tersebut.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung cara membuat eco enzyme, kompos, dan pakan ternak menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Warga terlihat antusias mengikuti setiap tahapan demonstrasi sambil sesekali bertanya.

Sesi diskusi turut digelar untuk membahas tantangan pengelolaan sampah yang selama ini dihadapi warga, mulai dari kebiasaan membuang sampah organik begitu saja hingga minimnya pengetahuan soal cara pengolahannya.

Salah satu warga yang hadir mengaku baru tahu kalau sampah dapur bisa diolah jadi barang yang bermanfaat.

"Baru tahu saya kalau kulit buah sama sisa sayur bisa jadi pupuk atau malah bisa buat pakan ternak. Selama ini ya dibuang begitu saja," ujar salah satu ibu peserta sosialisasi.

Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini bisa mendorong perubahan kebiasaan warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Hasil olahan seperti kompos dan pakan ternak juga dinilai bisa dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, maupun peternakan, sehingga berpotensi menekan pengeluaran warga sekaligus membuka peluang nilai ekonomi baru.