Gotong Royong Warga Karangasem Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Ibu Hatijah - Warta Global Banten

Mobile Menu

Top Ads

Serang

More News

logoblog

Gotong Royong Warga Karangasem Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Ibu Hatijah

Wednesday, 21 October 2026

CILEGON, - Di tengah keterbatasan anggaran program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang hanya Rp 30 juta per unit, satu rumah di jantung Kampung Karang Asem, Kota Cilegon justru berdiri melebihi ekspektasi. Kuncinya bukan pada besarnya uang negara, melainkan pada tradisi yang hampir punah: gotong royong.

Hal itu diungkapkan Lurah Karang Asem, H. Safiudin, S.Ag., MM., saat meninjau hasil pembangunan RTLH milik Ibu Hatijah, Rabu (21/10/2026).

"Pertama, setiap program pemerintah ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat. Adanya gotong royong masyarakat ini menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan. Kalau masyarakatnya _jojong bae, meneng bae_, tidak bisa berjalan dengan lancar," tegas Safiudin dengan dialek khas Cilegon.

Menurutnya, bentuk RTLH dengan nominal kecil tidak akan pernah sempurna jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Namun ketika tenaga dan dana swadaya masyarakat dilebur, hasilnya justru lebih baik.

"Terima kasih kepada Pemerintah Kota Cilegon, terutama kepada masyarakat Kota Cilegon," tutupnya.

Ketua Pokmas Kelurahan Karang Asem, Masuri, membenarkan bahwa anggaran rehab RTLH Ibu Hatijah memang hanya Rp 30 juta. Namun faktor lokasi yang strategis membuat pembangunan ini mendapat atensi luar biasa.

"Ini pembangunan rehabilitasi RTLH Ibu Hatijah ini benar-benar anggaran 30 juta. Namun karena posisinya saja yang bikin hoki, strategis, ada di perempatan jalan, ada di jantung kampung, kemudian berdampingan sebelah masjid yang baru jadi, sehingga pembangunan RTLH ini mendapatkan atensi dari masyarakat," ujar Masuri.

Atensi itu berubah menjadi aksi nyata. Warga guyub rukun, bahu-membahu mengangkut material, menyumbang tenaga, bahkan dana.

"Ibu Hatijah ini dapat RTLH, Alhamdulillah ikut membantu dan bergotong royong, sampai menjadi kolaborasi antara swakelola dari anggaran pemerintah dan swadaya dari masyarakat dan keluarga," katanya.

Hasilnya, rumah yang ditargetkan selesai seadanya justru rampung dengan kualitas di atas standar dalam waktu hanya kurang lebih 20 hari.